VIVAnews -- Keluarga dari salah satu tersangka teroris bernama Enceng Kurnia yang tewas di Aceh Besar, Jumat 12 Maret 2010 baru saja meninggalkan Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, malam ini, Minggu 14 Maret 2010.
Pria berperawakan tinggi berkemeja putih diperkirakan berusia 50 tahun keluar dengan cepat meninggalkan ruang instalasi kedokteran forehensik tempat jenazah teroris diotopsi.
Namun sayangnya saat dimintai keterangan soal hasil otopsi dua tersangka teroris, dia enggan berkomentar. "Belum tahu, belum bisa memastikan ya, tanya yang itu saja," sambil menunjuk kearah petugas jaga ruang instalasi forensik RS Polri Sukanto.
Rombongan baru saja meninggalkan gedung RS sekitar pukul 18.45 WIB dengan menggunakan mobil Suzuki Grand Vitara berwarna hitam bernomor polisi D 1519 DK.
Selang berapa lama, seorang petugas instalasi forensik membenarkan bahwa rombongan tersebut adalah anggota keluarga Enceng. "Namanya Pak Idi, beliau adalah bapaknya Enceng. Bersamanya adalah anak kandungnya dan kakaknya," katanya.
"Mereka hanya melihat dan memberi keterangan dengan tanda-tanda yang ada di tubuhnya. Keputusan bahwa jasad itu Enceng atau bukan tetap ada di tangan tim forensik," terangnya.
Sementara rombongan yang datang ke ruang instalasi forensik RS Polri Sukanto tadi pagi, dibenarkan dia, bahwa mereka adalah anggota keluarga Hasan Nour.
"Itu keluarga Hasan Nour. Sudah pulang dari tadi sore," ucapnya. Petugas forensik tersebut juga mengatakan, aktivitas tim forensik hari ini dicukupkan dan akan dilanjutkan besok.