VIVAnews -- Hujan deras terus mengguyur Sumatera Barat sejak kemarin. Akibatnya, satu unit jembatan kereta api DH 134 di kilometer 59 Sicincin, Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, roboh terseret arus sungai, Minggu 14 Maret 2010.
Menurut Kepala Humas PT KAI Sumbar, Romeo jembatan putus setelah dua pilar penyangganya ambruk dihantam air sungai. Kedudukan rel sepanjang 30 meter juga jatuh ke sungai sehingga jalur kereta dari Padang menuju Padang Panjang tidak berfungsi.
"Perbaikannya akan memakan waktu empat bulan sehingga launching Kereta Cindua Mato tidak bisa dilaksanakan bulan April," kata Romeo kepada VIVAnews, Minggu, 14 Maret 2010.
Menurut Romeo, kerugian akibat ambruknya jembatan ini sebesar Rp 4 miliar. Sementara untuk perbaikan memakan waktu hingga empat bulan.
"Akan memakan waktu lama, karena seperti membangun jembatan baru, karena yang ada saat ini tidak bisa difungsikan sama sekali," katanya. Padahal, PT KAI Sumbar baru saja menerima bantuan lima kereta penumpang yang akan dioperasionalkan bulan depan.
Hanya saja, karena kejadian tersebut, operasional KA Cindua Mato tidak sesuai jadwal. "Jika akan dilaunching juga, mungkin kita akan mengarahkannya ke jalur Pariaman saja," ujarnya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena saat ini jalur kereta Padang-Padangpanjang belum dioperasikan.
Laporan: Eri Naldi | Padang