VIVAnews - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan ulama Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menolak kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia. Alasan penolakan Obama karena Amerika Serikat dianggap sebagai 'musuh' utama umat Islam seluruh dunia.
"Faktanya adalah Presiden Obama sebagai negara 'penjajah' negara Islam, seperti Palestina, Afganistan, dan Irak," kata Ketua HTI Rochmat S Labib dalam acara pernyataan sikap 'Tolak Obama: Presiden Negara Penjajah' di gedung Balai Pustaka, Jakarta, Minggu 14 Maret 2010.
Labib menegaskan, haram hukumnya menyambut kedatangan Obama yang merupakan presiden negara 'penjajah'. "Dalam pandangan hukum sara, haram hukumnya menerima Obama sebagai tamu kehormatan," ujar dia.
Kedatangan Obama dinilai HTI menyimpan agenda tertentu, termasuk keinginan Amerika Serikat untuk menjadikan Indonesia sebagai pangkalan militer.
Selain itu, dia melanjutkan berbagai perusahaan AS di Indonesia merupakan fakta 'penjajahan' di bidang ekonomi. "Memang tidak melakukan kekerasan, seperti di negara Islam lain. Meski demikian, AS (bisa saja) akan melakukan hal sama nanti," ujarnya.
Oleh karena itu, dalam pernyataannya, HTI akan melakukan aksi demonstrasi menolak kedatangan Obama pada Minggu 21 pukul 8.00 WIB di Kedutaan Besar AS.
Dalam acara itu ditandatangani pernyataan sikap bersama serta menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia dan ulama untuk menolak kedatangan Obama.
arinto.wibowo@vivanews.com