Nasional

NU Sambut Kedatangan Obama

"Justru ini kesempatan baik untuk bicarakan langsung dengan Presiden Obama," ujarnya.

Minggu, 14 Maret 2010, 07:07 WIB
Siswanto, Suryanta Bakti Susila
Lambang NU (Nahdlatul Ulama)  

VIVAnews - Berbeda dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Ketua PBNU Masdar Farid Mas'udi tidak mempersoalkan rencana kunjungan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia. Bagi dia, Obama merupakan tamu negara. Sebab itu harus dihormati.

"Orang Islam wajib menghormati tamu," katanya kepada VIVAnews, semalam.

Dia mengatakan kebijakan luar negeri Amerika Serikat ada sebagian yang dinilai bermasalah oleh umat Islam. Namun, hal itu tidak sepantasnya disikapi dengan cara menolak kedatangan Obama.

"Justru ini kesempatan baik untuk bicarakan langsung dengan Presiden Obama," ujarnya.

Adanya seruan penolakan yang disampaikan oleh Ulama Hizbut Tahrir Indonesia, Masdar tidak mempermasalahkan hal itu. "Saya kira itu urusan mereka," ujarnya.

Nahdlatul Ulama berpandangan lebih mengedepankan dialog dalam menyelesaikan masalah.

"Meskipun kami menganggap ada masalah, tidak harus dengan cara menolak mentah dengan seperti itu. Kita kan manusia beradab," ujar salah satu kandidat Ketua Umum PBNU pada Muktamar NU ke-32 itu.

Sikap NU ini sejalan sikap Muhammadiyah. Sebelumnya, mantan Ketua PP Muhammadiyah Syafi'i Ma'arif menilai kedatangan Obama tidak perlu dipersoalkan.

Seperti diketahui, Hizbut Tahrir Indonesia dan Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus telah menyerukan penolakan terhadap rencana kedatangan Obama. Mereka akan menyelenggarakan aksi besar-besaran untuk menunjukkan penolakan.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Abu Aisyah
17/03/2010
Selamat datang Barrack Obama.... Indonesia kaya raya.... Mau emas di papua...??? Mau Gas alam..... atau minyak...??? Batubara juga ada... Makan sekalian semua...... Silahkan....ambil...ambil.... Buktikan keserakahanmu.....
Balas   • Laporkan
juli Ardita
14/03/2010
Mudah-mudahan tidak semua warga UN dan Muhammadiyah menerima kedatangan Obama ke Indonesia. Diialam ajaranIslam tidak ada kewajiban menyambut tamu yang membunuh saudara kita sementara tangannya masih berlumuran darah. saran untuk vivanews sepertinya judul
Balas   • Laporkan
Suwandi
14/03/2010
Sebagai bangsa yang berjiwa besar tetunya dapat menghomati dan menghargai orang lain. silakan datang barack obama kita dengar bersama sama apa pandangannya terhadap bangsa yang besar ini yaitu INDONESIA apa baik apa tidak baru dapat di komentari dari ku
Balas   • Laporkan
Haeruman
14/03/2010
Islam memang menganjurkan untuk memulyakan tamu. Tapi tamu seperti apa yang harus dimulyakan. Kalau tamuitu bermasalah maka haram menerimanya. Dan Obamatermasuk tamu yang bermasalah karena dia presiden dari negara penjajah yang tangannya masih berdarah dg
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ