VIVAnews - Berbeda dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Ketua PBNU Masdar Farid Mas'udi tidak mempersoalkan rencana kunjungan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia. Bagi dia, Obama merupakan tamu negara. Sebab itu harus dihormati.
"Orang Islam wajib menghormati tamu," katanya kepada VIVAnews, semalam.
Dia mengatakan kebijakan luar negeri Amerika Serikat ada sebagian yang dinilai bermasalah oleh umat Islam. Namun, hal itu tidak sepantasnya disikapi dengan cara menolak kedatangan Obama.
"Justru ini kesempatan baik untuk bicarakan langsung dengan Presiden Obama," ujarnya.
Adanya seruan penolakan yang disampaikan oleh Ulama Hizbut Tahrir Indonesia, Masdar tidak mempermasalahkan hal itu. "Saya kira itu urusan mereka," ujarnya.
Nahdlatul Ulama berpandangan lebih mengedepankan dialog dalam menyelesaikan masalah.
"Meskipun kami menganggap ada masalah, tidak harus dengan cara menolak mentah dengan seperti itu. Kita kan manusia beradab," ujar salah satu kandidat Ketua Umum PBNU pada Muktamar NU ke-32 itu.
Sikap NU ini sejalan sikap Muhammadiyah. Sebelumnya, mantan Ketua PP Muhammadiyah Syafi'i Ma'arif menilai kedatangan Obama tidak perlu dipersoalkan.
Seperti diketahui, Hizbut Tahrir Indonesia dan Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus telah menyerukan penolakan terhadap rencana kedatangan Obama. Mereka akan menyelenggarakan aksi besar-besaran untuk menunjukkan penolakan.