Nasional

Ulama Sulawesi Juga Tolak Obama

Mereka meminta Obama tidak disambut sebagai tamu terhormat.

Sabtu, 13 Maret 2010, 17:21 WIB
Umi Kalsum
Barack Obama dengan gambar latar belakang Abraham Lincoln (AP Photo/Charles Dharapak)

VIVAnews - Setelah ulama Jawa Barat, giliran ulama Sulawesi Selatan yang menolak kedatangan Presiden AS Barack Obama. Penolakan disampaikan dalam rekomendasi hasil pertemuan sejumlah ulama di Makassar, Sabtu, 13 Maret 2010.

Juru bicara Organisasi Islam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Sulsel Hasanuddin Rasyid menyampaikan hasil rekomendasi itu. Penolakan Obama dilandasi posisinya sebagai kepala negara 'penjajah'.

“Tidak boleh menerima pemimpin negeri penjajah. Atas dasar itu, kami menolak dan meminta penguasa di Indonesia tidak menerima, menyambut atau memperlakukan Obama sebagai tamu terhormat,” tegas Hasanuddin di Gedung Addaraen.

HTI juga menilai, AS telah melakukan berbagai macam tindak kejahatan atas kaum Muslim. Seperti memerangi dan membunuh kaum Muslim di Afghanistan, tidak menarik sepenuhnya tentara Amerika Serikat di Iraq, tidak menutup penjara Guantanamo yang menjadi tempat penyiksaan kaum Muslim.

Lebih jauh HTI Sulsel khawatir, kedatangan Obama merupakan langkah politik luar negeri AS untuk menjamin kepentingan nasional Amerika Serikat saja. "Tidak mungkin kedatangan Obama memperhatikan kemaslahatan bagi Indonesia," katanya.

Untuk menggaungkan penolakan tersebut, HTI Sulsel akan menggelar aksi unjuk rasa Minggu besok. HTI Sulsel akan menurunkan sebanyak 5 hingga 7 ribu kader dan simpatisannya, dengan melakukan longmarch dari Mesjid Al-Markaz Al-Islam menuju Monumen Mandala.

Laporan : Rahmat Zeena | Makassar



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
gano
18/03/2010
anda terlalu jauh dengan membandingkan masa futuhat setelah nabi tidak ada. cukup anda pernah baca abu sofyan sewaktu ke madinah, ingat dia juga mertua nabi saw. tapi tidak disambut tapi di acuhkan?? bagaimana??
Balas   • Laporkan
gano
18/03/2010
anda terlalu jauh dengan membandingkan masa futuhat setelah nabi tidak ada. cukup anda pernah baca abu sofyan sewaktu ke madinah, ingat dia juga mertua nabi saw. tapi tidak disambut tapi di acuhkan?? bagaimana??
Balas   • Laporkan
travelling
13/03/2010
judulnya kok bombastis banget, mohon dikoreksi, karena yang nolak kan anggota HTI, jangan mengatas namakan Ulama Sulawesi dong. kesannya kok seluruh ulama, padahal itu pendapat kelompok HTI
Balas   • Laporkan
cikutun
13/03/2010
1.Hasanuddin Rasyid, bisa anda sebutkan dalil shahihnya dalam syariat islam menolak kedatangan pemimpin negara penjajah ke negara yang ulil amrinya seorang muslim? secara berdasarkan sirah sahabat, sesuai dengan hadits yang dikatakan oleh rasulullah salal
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ