VIVAnews - Belasan 'teroris' berhasil dilumpuhkan aparat gabungan TNI Polri. Para 'teroris' ini menjalankan aksinya di Hotel Borobudur, Jakarta.
Latihan gabungan yang digelar TNI-Polri ini dimulai pukul 11.00 WIB, Sabtu 13 Maret 2010. Sebelum digelarnya latga, melalui prolog dijelaskan mengenai situasi dalam negeri, di mana munculnya gerakan separatisme yang diperparah memburuknya kondisi ekonomi.
Banyaknya pengangguran akibat situasi ekonomi dimanfaatkan kelompok teroris untuk menggalang dukungan. Para teroris berhasil merekrut anak-anak muda putus sekolah untuk melakukan aksi bom bunuh diri.
Pasca eksekusi amrozi dan kawan-kawan, tertembaknya doktoe Azhari, tewasnya Noordin M Top, dan terakhir terbunuhnya Dulmatin telah menimbulkan kegeraman para teroris.
Inilah kronologi dilumpuhkannya teroros. Aksi dimulai saat pukul 11.00 WIB: tiga unit mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Sebanyak18 orang teroris dengan mengunakan senjata laras panjang dan tutup kepala menghambur keluar dari dalam mobil dan langsung memasuki Flores Ballroom Hotel Borobudur Jakarta Pusat. Terdengar serentetan sura tembakan. Dalam waktu singkat Flores ballroom langsung dikuasi oleh kelompok teroris.
Pukul 11.15 WIB: Security hotel langsung melaporkan ke kapolsek sawah besar mengenai penyerangan tersebut. Anggota yang ada di lapangan langsung diperintahkan untuk melakukan penyelidikan mengenai kebenaran laporan aksi teror tersebut.
Pukul 11.25 WIB: Anggota yang ada di lapangan langsung mengkonfirmasi kebenaran serangan dan penyanderaan tersebut. Sesekali masih terdengar suara tembakan dari dalam hotel.
Pukul 11.45: Kapolres Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi Hamidi langsung mengambil alih komando dan menjadi manajer Tempat Kejadian Perkara dan memerintahkan seluruh personel untuk bersiaga.
Pukul 11.55: Polisi Lalu lintas melakukan pengalihan arus kendaraan dan unit samapta melakukan penutupan TKP.
Pukul 12.00: datang 6 unit mobil patroli polisi lalu lintas dan satu truk berisi 50 anggota polisi dari kesatuan samapta.
Lokasi di dalam belum dilakukan penyerbuan, tapi sudah dilokalisir.
Pukul 12.15: Kapolres memerintahkan tim negosiator untuk melakukan negosiasi dengan teroris. Selama proses negosiasi berlangsung, Kapolres langsung mengumpulkan segenap fungsi terkait dan memberikan arahan setelah berkoordinasi dengan Kapolri. Fungsi terkait tersebut antara lain adalah Gegana, Pemadam kebakaran, unit lalu lintas, dan Dokter Kepolisian tak ketinggalan Satpol PP. "Target menangkap hidup-hidup," ujar kapolres. Pergerakan penindakan akan dilakukan setelah negosiasi gagal.
Pukul 12.30 :Negosisasi masih terus dilakukan, negosiator mendekat mewakili pemerintah.Tim negosiator mendekat dengan menggunakan celana pendek tanpa senjata.
Tuntutan teroris: "Bebaskan anggota kelompok kami yang ditahan di Mabes polri sekarang juga, kalau tidak dilakukan kami tidak segan segan membunuh para sandera"teriak salah seorang Teroris. Selain itu mereka juga meminta uang tunai sebesar US$ 1 juta dan satu unit helikopter yang disiagakan di tempat pendaratan heli (helipad) Hotel Borobudur untuk melarikan diri. Menanggapi tuntutan tersebut,negosiator mengatakan "Kami akan menyampaikan tuntutan anda ke kapolri,segala sesuatu perlu dikoordinasikan"
Pukul 12.00: Kapores melakukan koordinasi dengan Kapolri melaporkan ke Kapolri, mohon ijin untuk melakukan penindakan dan menggunakan pasukan.
Pukul 12.05: Penyusupan mulai dilakukan,dengan menggunakan pasukan penutup. Tiga unit kendaraan taktis dengan pengawalan. Satu sandera telah ditembak. Penutupan terhadap TKP telah dilakukan karena negosiasi dianggap gagal, ilakukan penindakan
Pukul 12.15: Sebagai upaya untuk mengulur waktu, negosiator kembali melakukan tawar-menawar meminta waktu kepada para teroris untuk memenuhi tuntutan. Negosiator menyatakan tuntutan terlalu sulit untuk dipenuhi. "Tolonglah saudarakau,saya yakin anda pasti punya hati nurani, pertimbangan kembalii tuntutan anada,anak istri anda menunggu di rumah". Namun Teroris tetap pada tuntutan awal mereka.
Pukul 12.20 Tim negosiator diperintahkan mundur oleh manager TKP.
Pukul 12.25: Sebuah helikopter bell AD kodam jaya yang mengangkut personel langsung turun di atap hotel, kelompok pertama 6 orang personel dari TNI-AD diturunkan dari atap hotel. Selisih beberapa menit,sebuah heli bolco polisi juga langsung menurunkan 6 personel langsung diturunkan.
Pukul 12.30: 6 unit kendaraan taktis langsung mengepung lobby hotel pasukan langsung menghambur dari kendaraan taktis. Bersenjata lengkap dan memakai helm sertai rantai anti peluru.
Pukul 12.35: 2 personel dari Kodam Jaya langsung melakukan rapling dengan kepala di bawah, sementara 4 personel melakukan rapling biasa. Sebanyak 8 orang anggota densus juag melakukan rapling dan langsung menuju sasaran.
Pukul 12.40: Setelah Kapolres melakukan hitungan mundur 5,4,3,2,1. Penggerebekan dilakukan. Kaca jendela hotel dipecahkan dan personel dari TNI dan Densus 88 langsung menyergap ke dalam langsung terlibat dalam kontak senjata, Penyisiran dilakkukan di setiap ruangan. Ditemukan bom yang dikaitkan pada rompi, ada korban meninggal.
Pukul 12.45: Tim rescue dari pihak kepolisian dengan menggunakan heli jenis Bolco langsung menurunkan tim evakuasi dari atas hotel,6 personel diturunkan untuk melakukan penyelamatan.
Pukul 12.50: Gegana dan k9 datang dan memasuki hotel melalui lobby.Rompi bom dicopot dan dimasukkan ke dalam tong dan bom dilepaskan dari rompi. 2 ekor Anjing pelacak masuk melakukan sterilisasi.Bom dipindahkan ke samping mobil gegana dan mulai dijinakkan.
Pukul 12.55: Tim gagal menjinakkan bom.Seorang personel gegana dengan mengenakan baju penjinak bom seberat 35 kg meletakkan bom yang telah dilepaskan dari rompi pada jarak aman dan dipasangi kabel untuk diledakkan dari jarak jauh. Setelah berada pada jarak aman, dengan ditembak air dengan tekanan tinggi bom yang belum dijinakkan tersebut diledakkan. Setelah diledakkan, Bom masih diurai kembali untuk memastikan bahwa bom telah benar-benar berhasil dijinakkan.
Pukul 13.00:Tim gegana meninggalkan TKP dengan membawa barang yang diduga bom, Ambulance berdatangan, olah TKP dilakukan. Polisi melakukanpenyisiran di sekitar TKP dan melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang parkir dalam waktu lama baik di area parkir maupun di sekitar lokasi untuk mengantisipasi serangan bom susulan. Akhirnya garis polisi (Police Line) dipasang karena masih harus dilakukan penyelidikan selanjutnya,tkp dinyatakan steril.
Hasil olah TKP:
Lantai 10 kamar 1102, rusak ringan, 1 meninggal dan 2 luka-luka.
Lantai 11 kamar 1121 kondisi rusak ringan, 1 meninggal, dan 1 luka-luka.
Lantai 15 kamar 1502, 1 meninggal dan 3 luka-luka
Dua teroris tewas di lobi hotel.