VIVAnews - Penggerebekan jaringan teroris di Aceh yang giat dilakukan Densus 88 menyisakan tanda tanya besar. Sejumlah pihak menyayangkan kenapa aparat bagi bergerak sekarang, padahal Dulmatin sudah ada Aceh sejak setahun lalu.
“Informasi tersebut disampaikan oleh Gubernur Aceh," ungkap mantan Ketua MPR Hidayat Wahid di Solo, Sabtu 13 Maret 2010.
Sekadar diketahui, tiga pekan terakhir ini Densus melakukan penyisiran jaringan teroris di Aceh Besar. Sebanyak 31 teroris berhasil dilumpuhkan, beberapa di antaranya tewas di tembak. Jaringan ini merupakan bagian dari jaringan Dulmatin yang ditembak mati Pamulang, Tangerang Selatan. Penyergapan terakhir dilakukan Jumat kemarin, dua orang ditembak mati, satu di antaranya Jaja alias Yusuf guru Imam Samidera, dan 8 lainnya ditangkap.
Meski ikut menyayangkan, Hidayat tidak melihat kasus teroris ini sebagai pengalihan kasus Bank Century. Apabila terorisme menjadi pengalihan Century mestinya dimunculkan sebelum pengambilan keputusan dalam Sidang Paripurna DPR.
Menurut Hidayat, pendapat adanya pengalihan isu terkesan spekulatif. Baginya pengalihan isu Century tidak terlalu kontekstual. Karena ketika Tim Densus 88 marak melakukan penggerebekan terhadap teroris, hasil Sidang Paripurna DPR untuk mengambil keputusan terkait Century telah diserahkan.
“Jadi tidak pas jika penggerebekan teroris merupakan isu pengalihan dari kasus Century, “ kata dia di Solo.
Sebagaiaman diketahui, pengambilan keputusan dalam Rapat Paripurna DPR untuk kasus Century dilakukan pada seminggu sebelum penggerebekan teroris di Pamulang.
Laporan: Fajar Sodiq | Solo