Nasional

Ada Ulama 'Restui' Aksi Teroris

Apalagi restu ulama itu masih diwarnai teori konspirasi yang sudah tidak bisa dipercaya.

Sabtu, 13 Maret 2010, 08:08 WIB
Ismoko Widjaya
Jasad dua teroris di Pamulang (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Cendekiawan muslim Azyumardi Azra menyayangkan masih ada ulama-ulama di Indonesia yang 'merestui' aksi-aksi teroris. Apalagi restu ulama itu masih diwarnai teori konspirasi yang sudah sangat tidak bisa dipercaya.

"Masih ada yang satu-dua ulama yang merestui, mungkin karena pikirannya masih dihantui teori konspirasi," kata Azyumardi Azra dalam diskusi Apa Kabar Indonesia Pagi di tvOne, Sabtu 13 Maret 2010.

Teori konspirasi yang masih 'menghantui' ulama-ulama yang merestui teroris itu salah satunya soal rekayasa Agen Intelijen Amerika (CIA). Azyumardi menilai, pikiran itu masih ada di benak ulama-ulama yang secara tidak langsung merestui aksi teroris.

"Bahkan ada mereka yang pernah bergerak di bidang intelijen juga percaya teori konspirasi," kata mantan Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Ciputat ini.

Kendati demikian, Azyumardi tidak merinci dan menyebut nama ulama yang disinyalir merestui aksi-aksi terorisme. Azyumardi menegaskan, teori konspirasi yang melulu dikaitkan dengan Amerika itu tidak benar.
Bahkan menurut Azyumardi, pelaku bom Bali I sendiri meyakinkan bahwa kemampuan melakukan pengeboman itu tidak terkait Amerika. 

"Pelaku bom Bali I menyatakan, itu adalah kemampuan mereka sendiri. Tidak ada konspirasi," ujarnya lagi.


ismoko.widjaya@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
aanz
13/03/2010
Teroris dodol, keberatan sama israel koq malah membom negara sendiri. Yang rugi ya negara sendiri. Emank org Israel peduli kalo ada bom di Indonesia, mending kalo mereka pernah dengar nama Indonesia. Org2 bodoh kyk gini emank didor saja drpd makin merusak
Balas   • Laporkan
aji
13/03/2010
Anda yang mengaku orang indonesia dan beragama islam,..benarkah agama islam itu sebagai rahmatan lil'alamin?kalau benar kenapa indonesia yang katanya sebagian besar penduduknya beragama islam ,kacau begini? bencana dimana2,banyak penduduknya yg kelaparan,
Balas   • Laporkan
kenthunk
13/03/2010
@ nana. Lo emang provokator SARA. Tuh teroris di irlandia utara, red army dijepang, brigade hitam dijerman, macan tamil disrilanka semuanya juga teroris bukan islam. baca tuh berita baik sebelum komen.
Balas   • Laporkan
cahyo
13/03/2010
@nana: GUA SETUJU BANGET..SEMOGA ANNA MENJADI SALAH SATU DARI PEMBELA ISLAM
Balas   • Laporkan
cahyo
13/03/2010
@nana: GUA SETUJU BANGET SAMA ELO...SEMOGA ELO JADI SALAH SATU PEMBELA ISLAM
Balas   • Laporkan
hendra
13/03/2010
kl berani jangan beraksi di Indonesia, indonesia kan negara muslim, mengapa membunuh orang muslim, kl punya nyali ya beraksi langsung di amerika, israel dll, kl ga punya nyali ga usah, ibadah ada yang bener, kembangkan negara kita ini jangan di rusak...
Balas   • Laporkan
nana
13/03/2010
kata - kata terosris kan hanya dikaitkan dengan perjuangan yang agamanya islam jika bukan islam bila merusak sebuah negara membuat peperangan penyerbuan pembasmian suku seperti di bosnia itu bukan teroris, walaupun sangat merusak apa yang ada serta penyer
Balas   • Laporkan
nana
13/03/2010
kata - kata terosris kan hanya dikaitkan dengan perjuangan yang agamanya islam jika bukan islam bila merusak sebuah negara membuat peperangan penyerbuan pembasmian suku seperti di bosnia itu bukan teroris, walaupun sangat merusak apa yang ada serta penyer
Balas   • Laporkan
wiwied
13/03/2010
Harusnya ulama memberikan ajaran agama yang benar bukan u/ menyesatkan umatnya. tapi saya yakin bahwa tidak semual ulama seperti itu. sekarang bukan jamannya perang dengan pedang seperti yg pernah di lakukan di jaman nabi. jihad koq menyqkiti saudaranya s
Balas   • Laporkan
reza
13/03/2010
mending semuanya disuruh sumpah pocong... baik terorisnya, ulama, ataupun aparatnya... pada berani gak yaa...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ