VIVAnews - Kendati mendapatkan ancaman bom, PT Pertamina (Persero) mengakui belum perlu melakukan peningkatan pengamanan Depo bahan bakar minyak Plumpang, Jakarta.
"Kita sesuai dengan prosedur pengamanan tetap dan disesuaikan dengan kebutuhan," kata Wakil Presiden Komunikasi Korporat Pertamina Basuki Trikora Putra melalui sambungan telepon, Jumat 12 Maret 2010.
Basuki menjelaskan, ancaman bom pertama kali diterima salah seorang pegawai Pertamina melalui pesan singkat sekitar pukul 07.00 WIB. Kemudian Pertamina melaporkan ancaman itu ke kepolisian dan telah meminta bantuan untuk pengamanannya.
Setelah menerima laporan tersebut, Tim Gegana Polda Metro bekerja sama dengan Polres Jakarta Utara melakukan penyisiran. "Dari hasil penyisiran diketahui tidak ada bom," kata Basuki.
hadi.suprapto@vivanews.com