Nasional

Dokter Angkat 2,1 Kg Kutil Manusia Akar

Tim dokter menilai operasi kali ini berjalan lebih mudah daripada operasi sebelumnya.

Jum'at, 12 Maret 2010, 16:14 WIB
Umi Kalsum
  (photobucket.com)

VIVAnews - Tim dokter Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, berhasil mengangkat 2,1 kg kutil dari tangan Dede 'manusia akar'.  Sebanyak 1,4 kg berbentuk tanguk yang diangkat dari tangan kanan, dan sisanya 700 gram dari tangan kiri. Operasi dipimpin dokter Hardisiswo Soedjana.

Tim dokter menilai operasi kali ini berjalan lebih mudah daripada operasi-operasi sebelumnya. "Operasi juga hanya dilakukan satu tahap karena kami telah mengetahui bagaimana anatomi tubuh Dede," kata dr Hardisiswo kepada wartawan di RSHS, Bandung, Jumat 12 Maret 2010.

Tangan Dede yang sempat dibersihkan dari kutil kembali 'bertanduk'. Kutil kembali tumbuh sehingga 11 hari lalu dia dibawa kembali ke rumah sakit. Beberapa tubuhnya juga kembali dipenuhi kutil. Karenanya dalam operasi ke-10 hari ini, tim dokter kembali mengangkat kutil dari wajah, leher, dada dan perutnya.

Hardisiswo mengakui operasi pengangkatan kutil tidak akan menghilangkan kutil itu secara sempurna. Operasi  hanya bersifat mencegah dan menghambat pertumbuhan kutil. Sebab Dede memang memiliki kelainan gen, sehingga ketahanan tubuhnya pun tidak baik.

"Dede pernah menggunakan obat suntik dari Amerika, akan tetapi ginjalnya tidak tahan terhadap obat tersebut. Selain itu salep yang digunakan hanya menghambat tapi tidak menghilangkan," katanya.

Tim dokter akan meneliti kasus langka ini lebih jauh agar bisa menghasilkan suatu formula yang secara minimal mengurangi kutil pada Dede. Formula tersebut, lanjutnya, akan diusahakan agar tidak mengganggu fungsi ginjal.

"Kami bukan hanya akan membuat formula, akan tetapi kami juga akan mengadakan rekayasa genetik agar tidak terjadi kembali kasus yang sama kepada keturunannya," katanya.

Hardisiswo menuturkan,  tim dokter akan melaksanakan operasi lagi untuk kaki dede dalam jangka waktu dua sampai tiga minggu mendatang. "Kita harus menunggu sampai kondisi Dede menjadi lebih baik dan sudah tidak ada ancaman terhadap tangan berupa infeksi," jelas Hardisiswo.

Biaya Operasi

Sementara Direktur Keuangan RSHS Hamdani mengatakan, rumah sakit mengenai biaya operasi ke-10 yang dijalankan oleh Dede berdasarkan  tarif paket, sebab Dede merupakan peserta Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).

“Untuk operasi kali ini kami belum bisa mengetahui berapa besar biaya yang dikeluarkan. Akan tetapi Dede tidak perlu khawatir dengan hal tersebut karena ia tidak dibebankan biaya,” kata Hamdani.

Menurut Hamdani, biaya untuk perawatan Dede selalu berkembang sesuai dengan hasil diagnosa terhadap dirinya dan diagnosa tambahan.

Untuk operasi Dede pertama kali yang dikeluarkan sebesar Rp 600 juta. Biaya tersebut selain dikenakan kepada hari rawat Dede selama 294 hari juga untuk membeli peralatan khusus operasi sebesar Rp 300 juta.

“Nilai klaim paket dan biaya sebenarnya atau tidak sebesar 60 juta, apabila ada selisih maka akan menjadi tanggungan dari rumah sakit,” katanya.

Selain ini untuk operasi tahap pertama dilakukan pengumpulan dana dengan membuat “Dompet Dede”. Sumbangan tersebut diberikan untuk Dede pribadi. “Untuk operasi sesi kedua ini, biaya yang dikeluarkan tidak terlalu mahal. Karena pihak rumah sakit sendiri sudah memiliki peralatan yang dibeli untuk sesi pertama,” papar Hamdani.


Laporan: Melissa Tuanakotta | Bandung

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ