Nasional

Depo Pertamina Plumpang Diancam Bom

Ancaman teror yang dilayangkan lewat SMS itu langsung ditindaklanjuti polisi.

Jum'at, 12 Maret 2010, 14:53 WIB
Ismoko Widjaya
Stasiun Pengisian Gas Elpiji, Plumpang (ANTARA/Saptono)

VIVAnews - Depo Pertamina Plumpang mendapat ancaman teror bom. Ancaman itu datang lewat pesan singkat.

"Iya informasi ancaman itu datang tadi pagi lewat SMS (pesan singkat)," kata petugas Pos Polisi Plumpang Briptu Acis dalam perbincangan dengan VIVAnews, Jumat 12 Maret 2010.

Ancaman teror yang dilayangkan lewat SMS itu langsung ditindaklanjuti polisi. Hingga kini belum diketahui pengirim pesan singkat ancaman itu.

"Itu informasi saja. Ada orang mengirim ancaman lewat SMS," ujarnya lagi.

Belum diketahui apakah ancaman bom ini hanya sekadar main-main atau terkait penggerebekan teroris di Pamulang dan Aceh. Acis tidak memberikan penjelasan soal itu.

Bukan kali ini saja  Depo Pertamina di Plumpang itu diancam bom.  Tanggal 5 November 2008, depo yang menjadi penampungan BBM di wilayah Jakarta itu, diancam akan diledakkan. Ancaman itu diterima pukul tujuh malam.

Polisi langsung mengerahkan satuan Gegana penjinak bom ke lokasi itu. Tapi bom itu tidak ditemukan

Polisi mengindentifikasi bahwa Plumpang merupakan salah satu target teroris. Wahyu Ramadhan alias Uci yang sudah dibekuk polisi diduga memiliki rencana peledakan Depo Pertamina Plumpang.

Wahyu diduga terlibat dalam tiga insiden. Pertama, penyerangan terhadap Markas Brigadir Mobil di Loki, Maluku. Kedua, perlawanan dengan Markas Besar Polri pada 22 Januari 2007 di Poso, Sulawesi Utara.


ismoko.widjaya@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ