SURABAYA POST -- Pemkot Surabaya terus menggeber pembangunan pedestrian. Tahun ini pemkot menganggarkan sekitar Rp 50 miliar untuk pedestrian. Rencananya, pedestrian yang dibangun di antaranya di kawasan Jl. Raya Gubeng, Jl. Praban sisi utara, Jl. Raya Darmo bagian selatan dan Jl. Panglima Sudirman sisi barat.
“Untuk pedestrian yang akan dibangun di Jl. Raya Gubeng posisinya di sebelah selatan Boncafe, sedangkan yang di Jl. Panglima Sudirman di sisi barat monumen Bambu Runcing,” ungkap Sri Mulyono, Kepala Dinas PU Bina Marga pemkot, Jumat (12/3).
Namun, katanya, pembangunan pedestrian yang baru dilelang hanya di kawasan Jl. Raya Gubeng. Lokasi pedestrian ini merupakan sambungan dari sekitar Taman Manula di bekas SPBU jalur hijau di Jl. Raya Gubeng. Sehingga warga yang akan berjalan kaki bisa memperpanjang jalurnya dengan nyaman.
Sedangkan pembangunan pedestrian di Panglima Sudirman sisi barat bisa berfungsi ganda. Selain untuk jalur jalan kaki juga bisa menggusur mobil yang parkir di atas trotoar di sana. “Yang namanya pedestrian kan untuk pejalan kaki, bukan untuk tempat parkir,” ujarnya.
Selama ini di kawasan tersebut sebenarnya sudah ada larangan parkir. Namun masih ada kendaraan yang nekat parkir di atas trotoar. Dengan adanya proyek pedestrian yang lebarnya sekitar dua meter itu lokasi parkir akan hilang dengan sendirinya.
”Kalau sekarang kan memang kawasan ini sedikit tidak terawat. Tapi, kalau sudah dibuat bagus, secara moral para pemilik kendaraan pasti merasa tidak enak kalau parkir di atas pedestrian,” ungkapnya.
Sedangkan untuk pembangunan pedestrian yang di Jl. Praban sisi utara, rencananya mulai dari perempatan Jl.Gemblongan-Jl. Tunjungan (depan Siola) ke arah barat. Rencana ini guna melengkapi pedestrian dari kawasan Jl. Praban sisi selatan.
”Jl. Praban sisi selatan sudah bagus. Para PKL sepatu yang dulunya berjualan di atas trotoar kini sudah nyaris tidak ada. Mereka memasukkan barang dagangan ke dalam tokonya masing-masing,” ungkapnya.
Laporan: Purnomo Siswanto