Nasional

Dulmatin Tewas, Janda Bom Bali Senang

Mendri sudah melupakan peristiwa bom yang merenggut nyawa suaminya.

Jum'at, 12 Maret 2010, 10:33 WIB
Ismoko Widjaya
Jenazah Joko Pitono alias Dulmatin masuk ambulans (Antara/ Ujang Zaelani)

VIVAnews - Ni Luh Mendri, salah satu keluarga korban bom Bali I pada 12 Oktober 2002, tak henti-hentinya memberikan ucapan terima kasih kepada Kepolisian RI (Polri) yang kembali dapat mengungkap kasus teroris. Dulmatin tewas, janda korban bom Bali menyambut baik.

"Terima kasih kepada polisi yang sudah membuka semua dan masih giat mengungkap kasus teroris," kata Ni Luh Mendri dalam perbincangan dengan VIVAnews, Jumat 12 Maret 2010.

Menurut Mendri, dirinya memang sudah melupakan peristiwa bom yang merenggut nyawa suaminya itu. Kinerja polisi yang terus membongkar kasus-kasus teroris mendapat apresiasi dari Mendri dan keluarga.

"Mudah-mudahan terbongkar semua, tertangkap semua. Supaya tidak ada lagi korban dari kita-kita," ujar pria yang kehilangan suaminya saat bom di Sari Club itu.

Sebelumnya, Mendri menyayangkan penyambutan jenazah teroris Dulmatin di Pemalang, Jawa Tengah. Mendri menilai, teroris itu bukan pahlawan jadi jangan disambut dengan berlebihan.

"Mereka itu pahlawan bagi kelompoknya sendiri. Mereka penghancur dunia dan pengkhianat. Saya benci sekali," ujarnya kesal.


ismoko.widjaya@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ