VIVAnews - Ni Luh Mendri, janda korban bom Bali, menyesalkan penyambutan jasad teroris Dulmatin yang penuh aksi heroik. Bagi keluarga korban bom, teroris bukan pahlawan.
"Mereka bukan pahlawan. Mereka itu pahlawan bagi kelompoknya sendiri. Itu bagi mereka yang sesat," kata Ni Luh Mendri dalam perbincangan dengan VIVAnews, Jumat 12 Maret 2010.
Bagi Mendri, pemakaman teroris yang tewas dalam penggerebekan di Pamulang itu jangan terlalu disambut meriah. Karena, mereka dinilai telah melakukan aksi kejam kepada rakyat Indonesia.
"Bagi kita teroris itu penghancur dunia, pengkhianat. Saya benci sekali. Kami yang normal dan sadar melihat mereka itu bukan pahlawan," ujar wanita yang kehilangan suaminya di Sari Club itu.
Seperti diketahui, pemakaman Dulmatin alias Joko Pitono alias Amar Usman di Pemalang, Jawa Tengah dihadiri keluarga besar dan ratusan warga.
Pengantar jenazah sempat meneriakkan takbir sepanjang jalan hingga ke liang lahat. Polisi juga meningkatkan pengamanan jasad otak bom Bali I ini.
ismoko.widjaya@vivanews.com