VIVAnews - Kelompok terorisme sedang mengembangkan jaringan dengan merekrut orang-orang yang akan meneruskan aktivitas mereka. Kepolisian telah memiliki data sebagian nama-nama orang tersebut yang akan dijadikan pelaku teror.
Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Pol Edward Aritonang, mengatakan Polri telah mengetahui identitas teroris Aceh yang belum tertangkap. Dia mengatakan Polri terus memburu sisa-sisa teroris Aceh yang belum tertangkap.
"Calon-calon (penerus) generasi ini sebagian datanya sudah kita dapatkan dan menjadi sasaran pengejaran," ucap Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Edward Aritonang, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis 11 Maret 2010.
"Jajaran kepolisian bertekad agar seluruh pelaku-pelaku teroris yang sudah teridentifikasi dengan baik di kepolisian bisa kita tangkap termasuk juga para rekrutmen baru dan lain yang belum masuk data base kita. Semuanya dilakukan untuk Polri bisa memberikan jaminan keselamatan dan keamanan bagi masyarakat," tambah dia.
Menurut Edward, jaringan teroris sulit diberantas tanpa bantuan semua pihak kepada polri. Polri, kata dia, meminta kepada pihak-pihak seperti Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Agama, kalangan akademisi, tokoh masyarakat, dan pihak-pihak lain agar memberi perhatian khusus terhadap perekrutan anak-anak oleh jaringan teroris.
Seperti diberitakan sebelumnya, polri melakukan penggerebekan kamp latihan teroris di Aceh. Selain itu, polri juga melakukan penggerebekan di Pamulang, Jawa Barat. Kepolisian telah menangkap 21 tersangka teroris dalam keadaan hidup, 14 di antaranya ditangkap di Aceh, empat orang di Jakarta dan Jawa Barat, dua orang di Pamulang, serta satu orang di Solo. Selain itu, Polisi menembak mati enam teroris, tiga teroris tewas di Aceh dan tiga di Jakarta, termasuk teroris yang paling dicari, Dulmatin.