VIVAnews - Pukul 20.50, jenazah Dulmatin yang tewas dalam penggerebekan Selasa silam, diberangkatkan ke Pemalang. Jenazah dibawa mobil ambulans yang dikawal dua mobil polisi. Kemudian di belakangnya, ada satu mobil Kijang yang berisikan kerabat Dulmatin termasuk kakak tertuanya, Azzam.
Saat dikeluarkan dari kamar mayat Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, peti mati Dulmatin tampak bertuliskan nama Joko Pitono alias Amar Usman alias Dulmatin yang tertempel di bagan depan. Kemudian peti langsung dimasukkan dalam mobil ambulans berplat B 1017 TIX.
"Kami sudah serahkan jenazah kepada pihak keluarga dan itu sudah diterima dan langsung dimakamkan di Pemalang," kata Kepala RS Polri Brigjen S Budi Siswanto usai pemberangkatan, Kamis 11 Maret 2010.
Sebelum diberangkatkan, kata Budi, jenazah Dulmatin telah diperlakukan dengan layak. "Sudah disalatkan, dimandikan dan dikafani," ujarnya.