VIVAnews - Proses identifikasi polisi terhadap jenazah teroris Dulmatin telah selesai. Polri menyatakan keluarga Dulmatin sudah diperbolehkan mengambil jenazahnya.
"Terkait jenazah Dulmatin, hari ini Polri sudah memperbolehkan untuk dibawa pulang," kata Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Edward Aritonang di Jakarta, Kamis 11 Maret 2010.
Dia menambahkan, Polri siap memberikan fasilitas berupa pengantaran jenazah hingga ke kediaman Dulmatin di Pemalang. Pemberian fasilitas ini juga diberikan kepada keluarga dua jenazah pengawal Dulmatin yang tewas dalam penggerebekan tersebut.
"Perlakuan sama juga diberikan untuk keluarga Ridwan dan Hasan, dua pengawal Dulmatin yang tewas di Gang Asem," kata dia.
Maghrib tadi, kakak Dulmatin, Azzam Baabud, tiba di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta, untuk mengambil jenazah adiknya. Azzam ditemani Abu Wildan, seorang sahabat Dulmatin.
Azzam sendiri tak mau berkomentar saat tiba di RS Polri. Dia menundukkan kepala saat memasuki ruang ante mortem, tempat bersemayam jenazah Dulmatin, Kamis 11 Maret 2010 pukul 18.30.
Puluhan personel polisi mengamankan Azzam dari kepungan pemburu berita. Sempat terjadi ketegangan antara jurnalis dengan polisi, sehingga membuat kaca pintu ruang ante mortem pecah.
Rencananya malam ini jasad Dulmatin yang diduga sebagai perancang Bom Bali I ini akan dibawa ke kampung halamannya di Pemalang, Jawa Tengah. Dulmatin merupakan buronan teroris yang tewas dalam penggerebekan polisi Selasa 9 Maret kemarin di Pamulang, Tangerang Selatan.