VIVAnews - Azzam Baabud tiba di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta, untuk mengambil jenazah adiknya, Dulmatin. Azzam ditemani Abu Wildan, seorang sahabat Dulmatin. Sementara di halaman rumah sakit, sebuah mobil ambulans sudah bersiap untuk membawa jenazah buronan teroris berharga Rp 93 miliar itu.
Azzam sendiri tak mau berkomentar saat tiba di RS Polri. Dia menundukkan kepala saat memasuki ruang ante mortem, tempat bersemayam jenazah Dulmatin, Kamis 11 Maret 2010 pukul 18.30.
Puluhan personel polisi mengamankan Azzam dari kepungan pemburu berita. Sempat terjadi ketegangan antara jurnalis dengan polisi, sehingga membuat kaca pintu ruang ante mortem pecah.
Saat Azzam sudah masuk ke dalam ruangan, aparat kepolisian masih melakukan penjagaan ketat di depan kamar mayat.
Rencananya malam ini jasad Dulmatin yang diduga sebagai perancang Bom Bali I ini akan dibawa ke kampung halamannya di Pemalang, Jawa Tengah. Dulmatin merupakan buronan teroris yang tewas dalam penggerebekan polisi Selasa 9 Maret kemarin di Pamulang, Tangerang Selatan.