Nasional

Jenazah Dulmatin Diberangkatkan Maghrib

Dulmatin akan dimakamkan di Pemalang, tak ada penolakan warga.

Kamis, 11 Maret 2010, 16:37 WIB
Elin Yunita Kristanti, Sandy Adam Mahaputra
Penggerebekan teroris di Ruko Multiplus, Pamulang (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Sampai saat ini jenazah Dulmatin, tersangka teroris di belakang Bom Bali 1 2002, masih terbaring di RS Polri Kramat Jati.

Rekannya, Abu Wildan, mengatakan jenazah Dulmatin akan diambil hari ini.

"Rencananya habis maghrib, diambil dan diberangkatkan langsung ke Pemalang melalui jalur darat," kata dia kepada wartawan, di RS Polri, Kamis 11 Maret 2010.

Saat ini, pihak keluarga Dulmatin yang diwakili kakaknya, Azzam Baabud sedang melakukan proses serah terima pengambilan jenazah. Istrinya, Istiadah tidak ikut. Padahal, sebelumnya petugas mengatakan ada seorang perempuan berjilbab yang menjenguk jasad Dulmatin.

"Masih ada yang harus dilengkapi, keterangan kelurahan, tapi itu sudah di-fax," tambah Abu Wildan.

Keluarga sudah melihat jenazah yang dikatakan polisi sebagai Dulmatin. "Benar itu Dulmatin," kata dia.

Dulmatin akan dimakamkan di kampung halamannya di Pemalang. Tak ada penolakan dari warga masyarakat.

"Warga tidak menolak, saat ini keluarga mempersiapkan penguburan dibantu pihak kelurahan," jelas dia.

Dulmatin tewas dalam penggerebekan di Warnet Multiplus, Pamulang, Selasa 9 Maret 2010.

Dia diduga membantu para otak pelaku Bom Bali 2002 yang menewaskan 202 orang.

Dulmatin bukan orang sembarangan di Jamaah Islamiyah. Menurut Kepala Kepolisian, Jenderal Bambang Hendarso Danuri, kemampuan Dulmatin 'genius' dalam merangkai bahan peledak bahkan di atas Dr Azahari -- 'doktor bom'.

Pemerintah Amerika Serikat bahkan menawarkan uang sebesar US$ 10 juta   atau setara Rp 93 miliar bagi siapa yang bisa memberikan informasi  yang menggiringnya ke tahanan. Amerika Serikat mendeskripsikan  Dulmatin sebagai 'spesialis perakit bom yang pernah menjalani  pelatihan di kamp Al Qaeda di Afganistan.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ