SURABAYA POST - Banjir yang melanda Kabupaten Nganjuk, merusak ribuan rumah dan ratusan hektare lahan pertanian. "Ratusan hektare padi milik petani rusak. Mereka seharusnya bisa panen, namun sekarang bisa dipastikan gagal," kata Komandan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Nganjuk, Masrupin, di Nganjuk, Kamis (11/3).
Banjir terjadi sejak Selasa (9/3) malam itu merendam Kecamatan Pace, Tanjunganom, Berbeg, dan Bagor. "Dua dari empat kecamatan itu, Pace dan Tanjunganom, kondisinya sangat parah," katanya.
Ketinggian air sejak Selasa (9/3) malam mencapai dua meter. Sebagian warga ada yang mengungsi ke rumah saudara dan tetangga yang aman dari banjir. Hingga Kamis siang ketinggian air di empat kecamatan itu masih sekitar satu meter.
Disebutkan, banjir tersebut terjadi akibat pertemuan tiga sungai Sungai Gunung Wilis, Sungai Kuncir, dan Sungai Bagor. Selain itu, letak geografis daerah-daerah tersebut lebih rendah dibandingkan daerah lainnya.
Kabag Humas Pemkab Nganjuk Joko Warsito mengatakan, pihaknya saat ini masih mendata kerusakan akibat banjir tersebut, termasuk kerugian petani. "Pemkab pasti akan memberi bantuan, namun hingga kini kami masih melakukan pendataan akibat banjir tersebut," kata Joko.
Laporan: Subiyanto