VIVAnews - Aksi penyergapan yang dilakukan Detasemen 88 Antiteror di rumah milik Fauzi, Gang Asem, Pamulang Barat, Tangerang Selatan, Selasa 9 Maret 2010, berlangsung cepat dan mencekam. Sejumlah buruh bangunan di sekitar rumah berhenti sejenak.
Hendri (28), kuli bangunan yang tengah mengerjakan rumah kontrakan di RT 3/5, tak menyangka jika belasan orang berbaju preman di sekitar Gang Asem adalah anggota Densus. Ia menceritakan, sekitar pukul 1 siang, Selasa kemarin, dirinya tengah membetulkan bagian atap rumah, tiba-tiba saja ada dua pria yang berada di atap dan di depan rumah yang tidak jauh dari rumah milik Fauzi. "Saya pikir itu tukang, namun ternyata pria yang membawa senjata," ujarnya bercerita, Rabu 10 Maret 2010.
Kemudian, dirinya diperintahkan oleh si pria yang belakangan diketahui sebagai anggota densus 88 untuk segera turun dari atap rumah kontrakan yang sedang diperbaiki. "Turun segera cepat sekarang juga," ujarnya menirukan anggota densus tersebut.
Kontan dirinya panik, dan segera turun dari atap rumah. "Saya takut, dan bertanya ada apa ini," katanya.
Setelah dirinya turun dari atap, kemudian belasan anggota Densus langsung menyergap rumah milik mantri Fauzi. "Anggota densus yang di luar, kemudian memerintahkan warga untuk masuk agar tidak terkena peluru nyasar," kata pria asal Brebes itu.
"Saya dengar sekitar 7 kali suara tembakan di dalam rumah Fauzi," ucapnya.
Namun dirinya sempat mencoba mengintip dari kejauhan, dan melihat 2 orang pria berbadan gemuk serta berjenggot dan hanya mengenakan celana dalam diamankan oleh Anggota Densus.
"Saya masih tak percaya, kayak lagi nonton film-film luar negeri aja," katanya.
Sementara itu, puluhan warga khususnya ibu-ibu dan anak-anak terus berdatangan untuk melihat langsung rumah milik mantri Fauzi yang tergolong mewah di lingkungan gang asem. Bahkan mereka menikmatinya layaknya sedang bertamasya. "Ya saya penasaran, mau lihat langsung rumahnya, habis cuma bisa lihat di televisi saja," ujar Marilna warga Pondok Benda, Pamulang, Tangerang Selatan.