VIVAnews -- Tersangka teroris Dulmatin yang tewas di tembak tim Densus 88 di Pamulang, Tangerang, Banten, Rabu 9 Maret 2010, memiliki enam orang putra dan salah satu anaknya dilahirkan di Filipina.
Menurut surat keterangan Kartu Keluarga (KK) yang dimiliki Marzuki Kepala Dusun di Sukoharjo, Jawa Tengah, bahwa kelima anak Dulmatin lahir di Indonesia, dan hanya satu yang lahir di luar negeri, Filipina.
"Anak pasangan Dulmatin yang nomor enam lahir di Filipina, itu berdasarkan surat keterangan kartu keluaraga yang kami terima dari istrinya," kata Marzuki Kepala Dusun di Sukoharjo kepada VIVAnews, Rabu 10 Maret 2010.
Namun, belum diketahui berapa tanggal, bulan dan tahun kelahiran. "Saat itu saya hanya melihat tempat kelahirannya saja, setelah itu diambil lagi sama istrinya untuk di foto copy," ujarnya.
Dan hingga saat ini, istrinya tidak pernah kembali lagi untuk mengembalikan foto copy kartu kelurga (KK) sejak satu minggu lalu yang rencananya akan pindah ke dusun tersebut.
Sementara untuk ke lima anak lainnya, yang diketahui paling besar atau nomor satu berumur sekitar 16 tahun, masih duduk di bangku sekolah SMA.
"Yang saya ketahui yang pertama sekolah SMA, dan jarak usia yang satu ke anak yang lain sekitar satu tahun," tuturnya.
Sementara, keberadaan rumah yang saat ini ditempati anak dan istrinya baru satu minggu diselesaikan pembangunannya.
Selama ini, informasi dari istri Dulmatin, anak-anaknya tinggal di pesantren Putri Ulul Albab. Hingga akhirnya seorang ustad memberikan tanah di dusun tersebut untuk dibangun sebuah rumah.
Laporan: Fajar Sodiq | Solo