Nasional

Polisi Bawa 2 Derigen dari Kontrakan Teroris

Marco adalah pria berpakaian gamis dan berbadan gempal. Si wanita, Tari, memakai cadar.

Rabu, 10 Maret 2010, 16:52 WIB
Ismoko Widjaya, Zaky Al-Yamani
Jasad dua teroris di Pamulang (VIVAnews/Sandy Alam Mahaputra)

VIVAnews - Polisi menemukan kontrakan yang diduga milik dua pria yang tewas dari atas motor Suzuki Thunder, dalam penggerebekan teroris di Pamulang. Setelah diberi garis polisi, polisi terlihat membawa barang bukti.

"Polisi datang memeriksa ke dalam dan membawa keluar dua buah derigen. Polisi juga terlihat membawa beberapa kotak kardus," kata tetangga kontrakan, Eka, di lokasi Jalan Salak Gang Madrasah RT03/RW03, Pamulang Barat, Tangerang Selatan, Rabu 10 Maret 2010.

Kedua orang penyewa kontrakan itu mengenalkan diri sebagai Marco dan Tari. Marco adalah pria yang berpakaian gamis dan berbadan gempal. Sedangkan si wanita, Tari, memakai cadar.

"Polisi sebenarnya sudah datang sejak kemarin sore. Polisi berpakaian preman tapi pergi lagi," ujar Eka. Kontrakan yang disewa dua teroris itu berharga Rp 350 ribu per bulan.

Pemilik kontrakan, Parli, tidak berada di lokasi. Tempat tinggal Parli berada tak jauh di belakang kontrakan.

Dalam dua titik penggerebekan kemarin, satu orang tewas didor saat berada di warung internet milik Multiplus, Ruko Pamulang Square. Satu jasad yang tewas itu berinisial YI alias M. Belakangan, satu yang tewas itu adalah Joko Pitono alias Amar Usman alias Dulmatin.

Di lokasi penggerebekan kedua, sekitar 1 kilometer dari ruko itu polisi merobohkan dua penunggang Suzuki Thunder berwarna biru.

Keduanya dilaporkan berupaya melarikan diri dan menembak ke arah polisi. Dua inisial yang roboh dari atas motor itu adalah R dan H. Kedua jasad itu yakni, Ridwan dan Hasan Nour.


ismoko.widjaya@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ