VIVAnews - Polisi menemukan kontrakan tempat tinggal dua pria yang tewas ditembak dalam penggerebekan teroris di Pamulang. Kontrakan itu oleh pasangan Marco dan Tari.
"Tadi siang sekitar pukul 14.30 WIB, polisi datang kesini dan memasang garis polisi," kata tetangga kontrakan, Eka, di lokasi Jalan Salak Gang Madrasah RT03/RW03, Pamulang Barat, Tangerang Selatan, Rabu 10 Maret 2010.
Kontrakan yang disewa Rp 350.000 per bulan itu berada sekitar 5 kilometer dari lokasi penembakan teroris Dulmatin, di warnet Multiplus, Ruko Pamulang Square.
Menurut Eka, Marco dan Tari adalah sepasang suami istri. Marco berpenampilan baju muslim dengan celana agak tinggi alias mengatung. Sedangkan Tari memakai cadar.
Kontrakan itu terletak di pinggir jalan. Kontrakan yang kini diberi garis polisi itu merupakan salah satu dari empat petak kontrakan yang ada. Posisinya berada di ujung.
Pemilik kontrakan, Parli, tidak berada di lokasi. Tempat tinggal Parli berada tak jauh di belakang kontrakan.
Dalam dua titik penggerebekan kemarin, satu orang tewas didor saat berada di warung internet milik Multiplus, Ruko Pamulang Square. Satu jasad yang tewas itu berinisial YI alias M. Belakangan diketahui yang tewas itu adalah Joko Pitono alias Amar Usman alias Dulmatin.
Di lokasi penggerebekan kedua, sekitar 1 kilometer dari ruko itu polisi merobohkan dua penunggang Suzuki Thunder berwarna biru.
Keduanya dilaporkan berupaya melarikan diri dan menembak ke arah polisi. Dua inisial yang roboh dari atas motor itu adalah R dan H. Kedua jasad itu yakni, Ridwan dan Hasan Nour.
ismoko.widjaya@vivanews.com
• VIVAnews