VIVAnews - Warga Jerman bernama Mario Arnold (40) yang di temukan tewas membusuk dalam mobil Jimny merah bernomor polisi DK 683 Q di kawasan Bali Turtle Island Development (BTID) murni bunuh diri.
Mobil itu ditemukan di sebelah utara lapangan tembak, Serangan, Denpasar Selatan pada 8 Februari 2010 lalu.
Wakapoltabes Denpasar AKBP Putu Mahasena menjelaskan, Arnold bunuh diri karena diduga memiliki utang sebanyak Rp 180 juta kepada beberapa pihak di Lombok dan Bali.
“Dugaan sementara, korban berniat bunuh diri karena tanggungan hutang, dengan cara meminum arak methanol, dari hasil otopsi, hati korban mengandung kadar alkohol sebanyak 64,14 ppm,” jelas Putu, Rabu 10 Maret 2010.
Selain minum arak methanol, Arnold juga sengaja mengalirkan asap gas pembuangan (knalpot) menggunakan selang yang dimasukkan ke mobil dan mengunci dirinya di dalam mobil.
Bagian kaca di kedua pintu hanya terbuka sekitar 2 centimeter, sementara kaca bagian belakang kiri terbentang selang plastik terhubung dari knalpot yang diisolasi warna hitam. Posisi mobil bagian depan agak masuk ke semak-semak lahan kosong.
Posisi tubuh Mario berada di kursi kemudi mengenakan pakaian lengkap yaitu celana jean serta kemeja hitam dan sepatu kulit coklat, lalu badan miring ke kiri dan tubuhnya telah membusuk dipenuhi ulat.
”Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan selang, botol wine, arak methanol, dan pisau steak. Selang yang di gunakan sebagai salah satau alat untuk bunuh diri tersebut, di buktikan dengan adanya bentuk irisan selang yang sesuai dengan bentuk pisau steak," ungkapnya.
Arnold yang memiliki tinggi 170 cm diketahui saat itu menyewa mobil pada 15 Januari 2010 di Ayu Masari, Kuta dan seharusnya sudah dikembalikan 2 Februari. Selama tinggal di Bali dia berpindah tempat dari di Bali Continental Sanur dan Puri Dalem Hotel. Penemuan mayat Mario ditemukan pertama kali oleh warga setempat bernama I Ketut Sana yang ketika itu tengah membawa sapinya mencari makan.
Laporan : Peni Widarti | Bali