Nasional
Teroris Pamulang

Densus dan Kisah Penyamaran di Warung Sate

"Dia berpenampilan biasa saja, dengan perawan tinggi, kurus, dan berambut gondrong."

Rabu, 10 Maret 2010, 15:54 WIB
Arry Anggadha, Sandy Adam Mahaputra
Evakuasi Jasad Teroris di Pamulang (VIVAnews/ Tri Saputro)

VIVAnews - Berbagai cara penyemaran yang dilakukan anggota Datasemen 88 Anti Teror untuk mengintai para teroris.

Seperti yang dilakukan saat sedang melakukan penyergapan kedua orang teroris di rumah milik Fauzi, Gang Asem, Pamulang Barat, Tanggerang Selatan, Selasa 9 Maret 2010.

Salah satu anggota Densus terus mengintai dan berpura-pura untuk memesan makan di rumah makan Sate Brebes yang berada di mulut Gang Asem.

Pemilik warung sate, Karsim (30) awalnya tak menyangka jika pengunjung tersebut adalah anggota densus 88 anti teror. "Dia berpenampilan biasa saja, dengan perawan tinggi, kurus, dan berambut gondrong," ujarnya saat berbincang dengan wartawan, Rabu 10 Maret 2010.

Karsim menceritakan, Si pria itu lantas memesan 10 tusuk sate kambing, dan es teh manis. "Saya langsung membakar sate pesannya, dan sambil menunggu pesannya sate tersebut, dia meminum es teh manis," katanya.

Tiba-tiba saja terdengar suara motor dari arah dalam gang Asem menuju jalan raya Dr Setiabudi. Dan si pria itu kemudian mendapat kode dari temannya yang berjaga di warung dimana lokasi tidak jauh dari mulut gang. "Dia langsung lari dari rumah makan saya, dan mengelurkan pistol sambil menembak kearah dua orang yang menggunakan sepeda motor Thunder Biru," ungkapnya.

Karsim pun sontak kaget dengan adanya aksi tersebut, dan langsung melihat si pria yang belakangan diketahui anggota densus 88 membrondong senjata ke arah 2 pelaku teroris. "Dia yang menembak pria bercadar yang dibonceng pengendara motor thunder, saya lihat ada perlawan dan baku tembak, namun akhirnya 2 orang teroris tewas tertimpa timas panas," ucapnya.

Sampai akhirnya, pelaku yang menyamar menggunakan cadar tewas di depan teras warung milik ibu Sipit dengan lima kali tembakan di dada. Sedangkan tersangka yang membawa motor juga tewas tertembak di tengah jalan gang asem.

"Setelah usai membekuk pelaku, polisi itu kemudian mengkantongi sejata api milik pelaku. Dan kembali ke warung saya untuk membayar pesan makanannya," terangnya.

Karsim yang masih tidak percaya melihat kejadian tersebut, hanya bisa termenung dan takut saat ditanyakan berapa harga pesan satenya. "Berapa sate yang tadi?" ujar karsim menirukan polisi itu.

"Saya bilang terserah bapak saja?" jawabnya.

"Ya memang dia belum makan, hanya minum es teh manis saja. Jadi saya bilang bayar setengah saja 15 ribu," katanya.

Menurut Karsim pasca kejadian kejadian itu, dirinya menaruh simpati dengan kinerja polisi khsusnya Densus 88. "Saya pikir polisi cuma bisa tilang saja, tapi kalau polisi seperti itu baru saya acungkan 2 jempol," ujarnya sambil tertawa.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
taufiq ma'ruf
13/03/2010
mas tri lha iya lah... kan dah dapet 10 jt us dolar hehe bisa beli sate se kepolisian Indonesia... hahahha... Brantas terus teroris.. kaya jaman pak harto dulu doonk bungkam terus itu yang fanatik2 ...
Balas   • Laporkan
Adi
11/03/2010
Alhamdulillah, saya terharu sekaligus bangga dengan POLISI INDONESIA
Balas   • Laporkan
dicky
11/03/2010
setuju sama pak karsim...gmn tuh oknum-oknum polisi yg di jalan raya,malu dong sama temen-temennya di densus yang udah bikin pretasi. jangan malu-maluin dong....
Balas   • Laporkan
dicky
11/03/2010
setuju sama pak karsim. gmn dong oknum polisi yg di jalanan, ga malu tuh sama temen-temennya di densus yg udah bikin prestasi??? pak kapolri, beresin aja model polisi gituan...malu-maluin aja...
Balas   • Laporkan
dicky
11/03/2010
setuju sama pak karsim...gmn tuh oknum-oknum polisi yg di jalan raya,malu dong sama temen-temennya di densus yang udah bikin pretasi. jangan malu-maluin dong....
Balas   • Laporkan
frans adiyana
10/03/2010
mnatap.... lanjutkan pengabdianmu wahai polri... pro dan kontra itu biasa,hadapi dg ikhlas dan profesionalisme pasti akan membuatmu semakin berkibar dan di cintai masyarakat..
Balas   • Laporkan
goeroendeso
10/03/2010
Sukses buat densus 88 atas keberhasilannya membekuk teroris, berantas teroris sampai ke akar-akarnya. Salut.
Balas   • Laporkan
Lesman
10/03/2010
Bravo.. Densus 88 semoga semangkin jaya... Doa kami selalu untuk mu..
Balas   • Laporkan
bravo
10/03/2010
salut buat pak polisi... ga lupa bayar pesanannya, walau belum dimakan. biasanya sih pak pol byk ga bayar.
Balas   • Laporkan
tri winarno
10/03/2010
Siip lah buat densus 88, tetap mau bayar satenya walaupun blm makan, tapi buron dah ketangkep. siaga selalu densus 88 Semoga SUKSES,
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ