VIVAnews - Meski belum dikontak Mabes Polri untuk mengidentifikasi jenazah Dulmatin alias Yahya alias Mansyur alias Joko Pitono di RS Polri Kramatjati, keluarga siap membawa jenazah '001' ke Pemalang, Jawa Tengah jika diizinkan.
Di sanalah rencananya Dulmatin yang dikeluarga dikenal dengan panggilan Amar Usman atau Joko Pitono akan dimakamkan.
Kakak kandung Dumlatin, Azzam Baabud kepada VIVAnews di Studio tvOne, Jakarta, Rabu 10 Maret 2010, mengatakan, Dulmatin akan dimakamkan di Pemakaman Umum yang berada di tanah kelahirannya, Desa Petarukan, Kecamatan Petarukan, Pemalang, Jateng.
Sebelumnya dalam perbincangan dengan stasiun televisi ini, Azzam menyampaikan permintaan maaf kepada pihak-pihak yang telah dirugikan adiknya.
Dulmatin terlibat dalam aksi pengeboman di Bali pada 2002 lalu. Sejak saat itu dia menjadi buronan tiga negara yang warganya menjadi korban bom Bali I. Dulmatin dikabarkan melarikan diri ke Filipina. Dia baru kembali ke Indonesia dua bulan lalu. Sebelumnya tiga kali Dulmatin diberitakan tewas sampai akhirnya dia ditembak mati di Ruko Multiplus, Tangerang.