Nasional

Ini Perintah Dulmatin untuk Para Pengikutnya

Dulmatin adalah ahli bom. Kemampuannya soal bahan peledak lebih mumpuni dari Dr Azahari.

Rabu, 10 Maret 2010, 15:31 WIB
Elin Yunita Kristanti, Eko Huda S
Dulmatin Tewas (TVONE)

VIVAnews - Gembong teroris yang diyakini jadi salah satu otak Bom Bali  I 2002, Dulmatin tewas dalam penggerebekan di Pamulang, Tangerang.

Menurut Kepala Kepolisian RI, Jenderal Bambang Hendarso Danuri, Dulmatin adalah tokoh sentral di Aceh.

Sebelum tewas, Dulmatin memberikan perintah pada pengikutnya yang masih hidup.

"Di beberapa daerah ada perintah untuk fa'i, dengan kekerasan. Ini sudah diperintahkan oleh Dulmatin untuk tersangka yang masih hidup," kata Kepala Polri, Jenderal Bambang Hendarso Danuri saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu 10 Maret 2010.

Namun demikian, Bambang Hendarso enggan menjelaskan strategi yang digunakan oleh para teroris dalam melakukan aksinya. "Yang jelas ada pelatihan di sana (Aceh), ada strategi," kata dia.

Dulmatin dipastikan tewas dalam penggerebekan teroris di Pamulang, Jawa Barat, Selasa 9 Maret 2010.

Dulmatin pernah menjalani latihan di Filipina Selatan. Dia merupakan orang yang masuk dalam red notice pemerintah Filipina. Bahkan, pemerintah Amerika Serikat menjantikan akan memberikan uang sebesar US$ 10 juta kepada orang yang bisa menangkap Dulmatin

Dalam penggerebekan di Pamulang, anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror juga melumpuhkan dua pengawal Dulmatin, Ridwan dan Hasan Nur hingga tewas. Sementara dua pengawal lainnya, Bakti dan Saiful Siregar ditangkap hidup-hidup.

Dulmatin adalah ahli bom, penerus Dr Azahari -- yang tewas dalam penggerebekan di Malang. Namun, kemampuannya ternyata lebih mumpuni soal perakitan barang-barang peledak.

"Seperti yang kita ketahui terroris Dulmatin ini memiliki kemampuan melebihi dokter Azhari," kata Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
rusdi
10/03/2010
utk melumpuhkan dul matin, hidup ataupun mati, polisi sdh tahu persis apa yg harus dilakukan. bravo polri...sikat habis teroris, pengikut2nya serta simpatisan2nya dari nkri tercinta.
Balas   • Laporkan
juliana
10/03/2010
saya bangga kepada kapolri,karna sudah menangkap teroris yang sedang di Indonesia dan Internasional.
Balas   • Laporkan
ita hapsari
10/03/2010
kok aneh, katanya ditembak karena melawan/ baku tembak di warnet... kok posisisnya msh duduk di depan monitor...trs dengan protap apa polisin melumpuhkan "dulmatin"....!!!!!!!!!!!
Balas   • Laporkan
jerr
10/03/2010
viva antiterror 88 go..go..go...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ