VIVAnews - Mabes Polri memberikan bantuan dan penghargaan kepada tiga keluarga anggota polisi yang tewas dalam pengepungan di aceh. Bantuan dari mulai beasiswa hingga perguruan tinggi, sampai kesempatan menjadi anggota Polri dan PNS.
"Kepada keluarga almarhum Darmansyah sebelum meninggal menitip pesan, untuk adik bungsunya kalau bisa diterima sebagai angggota Polri," kata Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri di Mabes Polri, Jakarta, Rabu 10 Maret 2010.
Tiga anggota polisi yang tewas dalam penyerangan markas teroris di Aceh adalah Bripda Darmansyah dan Bripda Srihendrikus Kusumo Malau, merupakan anggota Brimob Polda Aceh. Serta Briptu Boas Waosir berasal dari Densus 88.
Ketiga polisi itu tewas saat penggerebekan di Lamkabeu, Aceh Besar pada Kamis 4 Maret malam. Menurut Kapolri, adik dari almarhum Hendra Kusuma juga akan diberikan kesempatan yang sama untuk menjadi anggota Polri.
"Saya perintahkan, nanti pada waktunya ada pendaftaran dengan segala kelebihan dan kekurangan saya berikan kesempatan untuk menjadi anggota Polri," ujar Bambang Hendarso.
Kapolri juga menjanjikan istri dari salah satu almarhum untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Istri dari almarhum Boas Waosir merupakan lulusan sarjana ekonomi.
"Khusus kepada istrinya, karena punya kemampuan dan berlatar belakang sarjana ekonomi dan sedang mengandung anak dua bulan, istrinya meminta dapat diberikan kesempatan kerja. Saya putuskan diusulkan jadi PNS," ujarnya lagi.
Selain bantuan tadi, Mabes Polri juga memberikan bantuan santuan kepada para ahli waris. Kapolri pun memberikan ucapan terima kasih kepada Asabri dan Asuransi Bhakti Bhayangkara yang telah memberikan santuan uang tunai.
ismoko.widjaya@vivanews.com
• VIVAnews