VIVAnews - Dua orang diduga teroris tewas ditembak aparat di Gang Asem, Jalan Setiabudi, Pamulang. Salah satunya memakai cadar.
Saksi mata, Hamid (68) mengaku melihat seseorang bercadar membonceng sepeda motor Suzuki Thunder biru yang melaju kencang. Dia terpental ke warung ketika motor balik arah.
Sementara, pemilik warung rokok dan gorengan -- lokasi tewasnya orang bercadar, Supit (55) mengatakan orang bercadar itu jatuh di warungnya, sebelum akhirnya tewas diterjang peluru.
"Saya kira cewek karena pakai cadar," kata dia di warungnya di Gang Asem, Rabu 10 Maret 2010.
Postur orang bercadar itu tinggi. "Kakinya bagus, telapak kakinya putih, saya kira itu perempuan. Jarinya juga pajang," kata Sipit.
Namun, Sipit tak bisa memastikan jenis kelaminnya. Sebab, dia tak mendengar suara apapun dari orang bercadar.
Sebelumnya, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Inspektur Jenderal Edward Aritonang, menyatakan tiga jenazah tersangka teroris yang tewas ditembak kemarin berjenis kelamin laki-laki. Tadi malam, polisi sudah mengambil sidik jari dan sampel DNA mereka.
"Kami masih terus menunggu hasil identifikasi," ujar Edward dalam Apa Kabar Indonesia Malam di tvOne, Selasa 9 Maret 2010. "Informasi harus bisa kami pertanggungjawabkan," ujar Edward.
Edward menyampaikan, satu orang yang ditembak mati di warung internet Multiplus di Pamulang adalah pria. Kemudian dua orang yang menaiki sepeda motor di Gang Asem adalah juga pria. "Tak ada wanita yang tewas," katanya. "Tiga-tiganya yang tewas laki-laki."
Di Gang Asem pula, polisi menangkap dua orang dalam keadaan hidup, DR dan AH. Sementara Fauzi sendiri, pemilik rumah yang ditempati dua yang tertembak mati, tak diketahui posisinya.