Nasional

Tersangka Teroris Pernah Teriaki Rumah Habib

"Mereka mengajarkan sangat frontal dan mudah sekali mengkafirkan orang lain."

Rabu, 10 Maret 2010, 07:24 WIB
Ita Lismawati F. Malau, Zaky Al-Yamani
Jasad dua teroris di Pamulang (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Tiga tersangka teroris tewas dalam operasi Datasemen Khusus 88 di Pamulang, Selasa 9 Maret 2010. Dua tersangka yang tewas di Gang Asem diduga pernah meneriaki rumah salah satu tokoh masyarakat setempat.

"Dua orang yang naik motor itu pernah teriaki rumah saya," kata Habib Abdurrahman Assegaf, salah satu tokoh agama di Pamulang, kepada tvOne, Rabu 10 Maret 2010.

Teriakan itu, kata dia, bermula dari perbedaan ajaran. "Mereka mengajarkan sangat frontal dan mudah sekali mengkafirkan orang lain," kata dia.

Salah satunya, saat ajaran kelompok itu menyatakan perempuan haram naik ojek. Padahal, kawasan Pamulang berisi warga yang marginal dimana masih membutuhkan transportasi ojek.

Pantauan VIVAnews pagi ini, warga masih mengerumuni dua lokasi penembakan tersangka teroris yang dilakukan Densus, kemarin. Beberapa polisi patroli dari Polsek Pamulang masih berjaga-jaga.

Kemarin, Densus menembak mati tiga tersangka teroris di dua tempat berbeda yang hanya berjarak 20 kilometer. Pertama di sebuah warung internet (warnet) Multiplus polisi melumpuhkan satu orang.

Kedua, di sebuah rumah di Gang Asem polisi menembak mati dua tersangka teroris yang tengah mengendarai sepeda motor.

• VIVAnews
Rating
Komentar
mbecakmaneh
11/03/2010
tambah satu lahi, saya ikut neriakin, HABIB PALSU !
Balas   • Laporkan
wisnu
11/03/2010
Kalau memang teroris, baguslah...cuman jangan menggada2 .... Allah maha tahu yang benar Insyaallah akan di belanya amin
Balas   • Laporkan
pappank
10/03/2010
bravo densus 88... semoga keberhasilan anggota Polri Densus 88 ini dpt diikuti para polisi2 dari kesatuan yg lain....
Balas   • Laporkan
habhab
10/03/2010
semua yang menganggap dirinya benar , dan yang lain salah , itu mau menyamakan dirinya dengan Allah.bukannya Dia maha pengampun, dan kita tidak berhak menghukum orang bahkan membunuh orang yang tidak bersalah .meskipun orang itu dianggap kafir....itu adal
Balas   • Laporkan
ck
10/03/2010
tlg..... kalo bisa pastikan dulu habibnya memang palsu ato tdk. jangan asal teriak palsu. jangan2 malah +dosa triaki orang bae2 (maaf: apalg kalo lo muslim : ciri2 muslim yang pasti di laknat allah adalah org yang mencibir muslim lainnya, padahal yang di
Balas   • Laporkan
dul_mati
10/03/2010
dari jaman doeloe indonesia dah liberal n plural, jangan sampai jatuh ke jurang mono-isme... lagian coba kl dr doeloe kakek moyang kita menganut monoisme tentu skrg kita" semua ngerayain Nyepi, ama..an gak ada bom.
Balas   • Laporkan
Gelagapan
10/03/2010
Emang Habib Palsu........... tukang cari muka gak punya malu.......
Balas   • Laporkan
topan
10/03/2010
berbeda boleh2 aja.....yg penting jgn maen BOM
Balas   • Laporkan
amrozi
10/03/2010
ajaran teroris lebih parah..membunuh orang yang dianggap berdosa.yan tau dosa pa gak kan cuma alloh...
Balas   • Laporkan
amri
10/03/2010
habib? itu mah habib palsu.. ajarannya jg suka nyeleneh (mendukung liberalisme dll) ..wajar aja diteriakin..
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ