VIVAnews - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Inspektur Jenderal Edward Aritonang, menyatakan tiga jenazah tersangka teroris yang tewas ditembak hari ini berjenis kelamin laki-laki. Malam ini, polisi sudah mengambil sidik jari dan sampel DNA mereka.
"Kami masih terus menunggu hasil identifikasi," ujar Edward dalam Apa Kabar Indonesia Malam di tvOne, Selasa 9 Maret 2010. "Informasi harus bisa kami pertanggungjawabkan," ujar Edward.
Edward menyampaikan, satu orang yang ditembak mati di warung internet Multiplus di Pamulang adalah pria. Kemudian dua orang yang menaiki sepeda motor di Gang Asem adalah juga pria. "Tak ada wanita yang tewas," katanya. "Tiga-tiganya yang tewas laki-laki." Salah satunya diduga adalah Dulmatin, buronan Bom Bali I.
Di Gang Asem pula, polisi menangkap dua orang dalam keadaan hidup, DR dan AH. Sementara dr Fauzi sendiri, pemilik rumah yang ditempati dua yang tertembak mati, tak diketahui posisinya.
Belum ada keterangan resmi dari Markas Besar Polri terkait kepastian nama Dulmatin yang diduga tewas dalam penggerebkan di Pamulang. Tetapi, Kepala Detasemen Khusus 88 (Densus) Brigadir Jenderal Tito Karnavian mempertegas pelaku Pamulang terkait Aceh.
"Iya, dia biang keroknya yang kirim orang ke Aceh," kata Tito Karnavian dalam pesan singkatnya. "Itu nama besar," kata dia lagi.