VIVAnews -- Tim Densus 88 yang melakukan aksi penggerebekan terhadap orang yang diduga teroris, hingga kini masih melakukan pemeriksaan. Salah satu yang juga diminta keterangan adalah penjaga ruko yang ternyata adalah warung internet (warnet) di Jalan Siliwangi, Pamulang, Tangerang.
Rinda, penanggung jawab warnet hingga kini masih dilakukan pemeriksaan untuk diminta keterangannya terkait dengan penyergapan orang yang diduga teroris di warnet tersebut.
Sementara pemilik warnet hingga kini masih belum ditemui dan polisi terus berupaya meminta keterangan dari pemilk yang bernama Indra Wijaya tersebut.
Sedangkan pasca penggerebekan, Jalan Raya Siliwangi, Pamulang, tepatnya di depan kawasan rumah toko Multiplus Bisnis Service mengalami kemacetan lalu lintas. Situasi ini terjadi setelah aksi penyergapan yang dilakukan tim Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri di salah satu ruko di komplek itu.
Kemacetan terjadi karena sebagian besar anggota masyarakat memilih melambatkan kendaraan di sana. Yang lainnya turun dan masuk ke komplek. Mereka ingin menyaksikan secara langsung peristiwa apa saja yang terjadi di sana. Sebab, mereka mendengar informasi dari media massa mengenai adanya penggerebekan anggota teroris.
Belum ada keterangan resmi dari Mabes Polri mengenai penggerebekan yang dilakukan Densus 88 Anti Teror.
Tetapi yang jelas, setelah penggerebekan petugas keamanan membawa satu keranda berisi dua kantong mayat ke sana. Selain itu, polisi juga telah menyiapkan mobil ambulans.
Sementara itu pada waktu yang bersamaan, Detasemen Khusus 88 juga sedang menyusuri sejumlah titik di Kabupaten Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darussalam. Petugas mencari orang-orang yang diduga merupakan anggota teroris.
Polisi juga memblokade kawasan Lembah Seulawah. Jalan-jalan akses ke luar daerah dijaga ketat oleh kepolisian. Dan warga dilarang memasuki kawasan Lembah.
Sampai kemarin, polisi menduga masih ada sekitar 30 orang yang punya kaitan dengan kegiatan teroris yang berkeliaran di kawasan itu. Mereka diduga beroperasi di perbatasan Kabupaten Aceh Besar dengan Pidie.
Sebelumnya, Polri juga telah menangkap dua tersangka pemasok senjata kepada kelompok yang diduga anggota teroris di NAD. Kini, Polri terus melakukan pengembangan penyelidikan terhadap aliran pasokan senjata ini.