VIVAnews- Tiga anggota polisi tewas saat melakukan penggerebekan teroris di Nanggroe Aceh Darussalam. Kapolri membantah peralatan dan perlengkapan tim yang mengepung sarang teroris itu tidak memadai.
"Semua sudah mencukupi, tapi kembali ke masalah medan," kata Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri di Jakarta, Senin 8 Maret 2010.
Dalam penggerebekan ini, tiga anggota polisi tewas. Dari tiga anggota polisi yang tewas, dua diantaranya yaitu Bripda Darmansyah dan Bripda Henri Kusumo, merupakan anggota Brimob Polda Aceh.
Satu korban tewas lainnya yaitu Briptu Boas Waosir berasal dari Densus 88. Ketiga polisi itu tewas saat penggerebekan di Lamkabeu, Aceh Besar pada Kamis 4 Maret malam.
Bambang Hendarso mengatakan, Polri telah mengirimkan satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) untuk membantu operasi penggerebekan ini. Polri juga tidak meminta bantuan TNI dalam operasi penggerebekan ini.
"Ini sepenuhnya akan ditangani kepolisian. Karena ini penegakkan hukum," kata dia.
Jawaban Kapolri itu membantah isu yang beredar bahwa tidak semua anggota polisi yang melakukan penggerebekan menggunakan perlatan yang standar. Selain itu, informasi juga menyebut persediaan amunisi di lapangan sangat terbatas.
ismoko.widjaya@vivanews.com