Polisi Bantah Adu Mahasiswa dan Masyarakat
"Hasil analisa lapangan, ada pihak-pihak yang mencoba memprovokasi."
Jum'at, 5 Maret 2010, 23:01 WIB
Elin Yunita Kristanti, Eko Huda S
Polisi terlibat saling lempar batu dengan mahasiswa Makassar (FOTO ANTARA/Yusran Uccang)
VIVAnews - Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Edward Aritonang membantah anggota polisi telah melakukan provokasi kepada masyarakat dalam bentrokan mahasiswa dengan masyarakat di Makassar. Dia mengatakan provokasi itu dilakukan oleh pihak lain.
"Polri tidak ada sedikitpun membenturkan masyarakat dengan mahasiswa," kata Edward di Jakarta, Jumat 5 Maret 2010. "Kalau ada isu ada polisi yang membenturkan itu tidak benar."
Dia mengatakan dalam upaya pengamanan kerusuhan itu, Kapolda Sulselbar telah mengingatkan kepada masyarakat supaya tidak ikut dalam penertiban.
Dia mengakui dalam kasus kerusuhan itu terdapat pihak-pihak yang melakukan provokasi. "Hasil analisa lapangan, naik turunnya kasus ini ada pihak-pihak yang mencoba memprovokasi. Seperti pengerusakan mobilsetelah dikonfirmasi bukan dari mahasiswa," kata dia.
Dia menceritakan kerusuhan itu berawal dari adanya unjuk rasa dari mahasiswa terkait pembahasan kasus Bank Century di DPR.
Kemudian, kata dia, ada silang pendapat antara pengunjukrasa dengan petugas.
Kemudian para pengunjuk rasa ditegur oleh petugas, namun teguran tidak diterima oleh para demonstran. "Dan malamnya pengunjuk rasa didatangi petugas. Terdapat penganiayaan, termasuk mahasiswa yang ada di situ, tidak hanya yang bermasalah," kata dia.
Lantas masalah itu kemudian dilaporkan ke polisi dengan mendatangi Mapolwiltabes. Tapi, lanjut dia, kedatangannya seolah-seolah mengajak keributan, sehingga ditegur kembali dan terjadi keributan.
"Dan terjadi keributan paginya," kata dia.
Ketegangan mahasiswa, khususnya HMI dengan aparat polisi terjadi menyusul pecahnya bentrokan mahasiswa, polisi dan warga di Makassar Kamis, 4 Maret 2010.
Bentrokan tersebut dipicu oleh penyerangan Sekretariat HMI di Jalan Botolempangan, Makassar Rabu lalu, pasca aksi unjuk rasa kasus Century.
• VIVAnews
joko
07/03/2010
Tapi anehnya, seperti kejadian di Makasar. Kalau tidak "sengaja" mengadu, kenapa polisi sampai sempat membiarkan begitu saja terjadinya bentrokan antara mahasiswa dan warga ?
Padahal seharusnya, polisi segera menghentikan sebelum massa semakin beringas...
rikha
06/03/2010
malu dong ma Nama besar HMI (himpunan mahasiswa Islam) apa kah islam mengajarkan hal seperti itu.....................
jangan bawa2 nama Agama kalo kelakuan kaya bagitu...................................
Lebiah baik diganti aja tuh jadi Himpunan Mahasiswa
wiro
06/03/2010
kejadian dimakasar itu sangat memalukn orang yg berpendidikn tinggi kayak orang yg gk pernah didik,asal main tojok katanya preman tu jahat,keras,dan arogan,ternyata mahasiswatu lebih jahat,arogan dan tidak berkemanusiaan,silahkn berdemo sepuasnx,tapi jang
wiro
06/03/2010
seharusnx mahasiswa tu berpikir koreksi diri sebelum menyalahkn aparat,mahasiswa tu serusnx ngasih contoh yg baik pada masarakat bkn malah mukulin masarakat yg gk tau apa2,mahasiswa sll menuntut penegakan hukum dan yg jelas mahasiswa tu mengerti hukum tap
bagar
06/03/2010
Kalau saya jadi warga yang jalanannya ditutup, pasti akan bertindak sama. Tidak perlu diprovokasi.
mess
06/03/2010
polisi over acting
sok2an!!!
shrsnya polisi memperbaiki mental prajuritnya bkn otot n penampilan doang yg d perhatikan!!!
pengabdiannya mana
Jangan di kasih hati....Mahasiswa kayak begini tdk bs membuat negara maju....Kalo dibiarkan, lama2 nanti malah jd preman bertopeng organisasi keagamaan deh...
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar