VIVAnews - Bentrok antara mahasiswa dan polisi tak hanya di Makassar. Sejumlah mahasiswa anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) terlibat bentrok dengan sejumlah polisi.
Pantauan VIVAnews, mahasiswa terlibat aksi saling dorong dengan aparat.
Bentrokan terjadi setelah massa mahasiswa memblokir jalan Cikini, sebagai bentuk solidaritas kepada rekan-rekannya di Makassar.
Polisi anti huru hara bersiap di lokasi kejadian mengamankan jalannya demo.
Ketegangan mahasiswa, khususnya HMI dengan aparat polisi terjadi menyusul pecahnya bentrokan mahasiswa, polisi dan warga di Makassar Kamis, 4 Maret 2010.
Bentrokan tersebut dipicu oleh penyerangan Sekretariat HMI di Jalan Botolempangan, Makassar Rabu lalu, pasca aksi unjuk rasa kasus Century.
Penyerangan tersebut kemudian mengundang reaksi dari kader HMI Se-Makassar yang secara serentak turun kejalan melaksanakan aksi unjuk rasa.
Selain Jakarta, aksi solidaritas dan mengutuk aksi polisi juga terjadi si sejumlah kota di Indonesia.
Pimpinan Kolektif Majelis Nasional Korps Alumni HMI (KAHMI), Anas Urbaningrum juga bersuara.
"Apapun alasannya, perusakan sekretariat HMI Cabang Makassar tersebut adalah tindakan yang sama sekali tidak dapat dipahami dan tidak dapat dibenarkan," kata Anas
Sebagai aparat keamanan, tambah dia, Polri seharusnya menjalankan tugas untuk menjaga keamanan dan ketertiban.
"Bukan sebaliknya, malah melakukan tindakan yang anarkis. Itu jelas menyalahi kodrat tugas Polri," kata Mantan Ketua Umum PB HMI itu.
Anas mendesak pimpinan Polri untuk menyelidiki kasus ini secara tuntas dan transparan.