Nasional

Juru Bicara Anand Khrisna Diperiksa Polisi

Maya Safira Muchtar diperiksa selama 8 jam mengenai aduan Tara Pradipta.

Rabu, 24 Februari 2010, 20:19 WIB
Arfi Bambani Amri, Sandy Adam Mahaputra
Tara Pradipta Laksmi (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews -Juru Bicara Anand Khrisna yang juga menjabat Ketua Yayasan Anand Ashram, Maya Safira Muchtar, diperiksa Satuan Renakta (Remaja Anak dan Wanita) Reskrimum Polda Metro Jaya, Rabu, 24 Februari 2010. Maya Safira Muchtar diperiksa sebagai saksi terkait laporan mantan murid Anand, Tara Pradipta Laksmi, 19 tahun.

"Tadi saya dimintai keterangan dan klarifikasi terkait adanya dugaan pencabulan yang dilakukan Anand kepada Tara," ujarnya Maya setelah menjalani selama 8 jam.

Dalam pemeriksaan tersebut, dirinya dicecar 40 pertanyaan oleh penyidik. Seperti, aktivitas organisasi tersebut, apakah benar dirinya yang mengantar atau memilih perempuan untuk ke kamar Anand Krisna.

Menurutnya tidak pencabulan yang dilakukan oleh Anand terhadap Tara dan murid-murid lainnya. "Bukan hanya Tara yang diantar ke ruang itu, tapi tamu-tamu yang lain. Dan itu bukan ruang kamar khusus Anand, tapi ruang serba guna," kata Maya.

Dia mengatakan, jika Tara memang sebagai anggota pengurus pemuda-pemudi di yayasan Anand Ashram. "Kalau ada gelang atau cinderamata yang diberikan Anand itu wajar, karena sebagai apresiasi atau loyalitas pengurus terhadap yayasan," katanya.

Maya juga membantah tuduhan doktrinisasi yang dilakukan Anand Krishna terhadap murid-muridnya. "Tidak ada doktrinisasi, yang ada hanya aktivitas yoga sebagai pusat kesehatan dan kecantikan," ujarnya.

Maya menjelaskan, kedatangan Tara untuk bertemu Anand saat yang berada di Fatmawati untuk konsultasi terkait masalah keluarga yang tengah dialaminya. "Pak Anand hanya mencoba membantu Tara yang tengah mengalami masalah, hubungan kedua tidak ada yang istimewa. Semua anggota pengurus yang memiliki masalah juga sering berkonsultasi dengan Anand," ujarnya.

Menurutnya, sebelum adanya pelaporan tersebut, Tara mengalami masalah dengan keluarga, hal itu diketahui setelah Tara memposting keluh kesahnya melalui Facebook yang dikirim ke Anand Khrisna dan teman-temannya pada tanggal 14 Juni 2009.

Berikut tulisan postingan Tara:
"i hate to give u more problem know...but i have to...i cant't stand it any more...i've been held as a hostage in my own house...by my parents so i cant go any where...only because i dont want to be my self and follow what my heart say, even my wish is actualy to keep my promise to them...finish this semester...but they still not allowed me please help me...liberates me...help me bapak...get me out.."

Setelah adanya postingan tersebut, pihak yayasan menanyakan ke Tara soal masalah yang tengah dihadapinya. "Kami dari pihak yayasan coba membantu dan memberikan konsultasi, karena Tara merupakan anggota dari yayasan. Namun setelah itu, Tara menghilang dan tiba-tiba melaporkan Pak Anand dengan tuduhan pencabulan atau pelecehan seksual," katanya.

Tara sebelumnya melapor telah jadi korban pelecehan seksual yang dilakukan penulis buku spiritual Anand Khrisna ke Polda Metro Jaya, Senin 15 Februari 2010. Dalam laporannya, Tara membawa sejumlah bukti. Selain foto saat Anand memeluk dirinya, Tara juga menyerahkan bukti tertulis berupa print out surat elektronik (email) yang dikirimkan Anand.

Email tersebut berisi kata-kata seperti "I love you" yang disampaikan berulang kali. "Dia sering merayu saya melalui pesan di Facebook, seperti mengirim tulisan I love you," kata Tara beberapa waktu lalu.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ