Nasional

Kapolri Benarkan Penangkapan Teroris di Aceh

Dalam penggrebekan ini, seorang warga tewas bernama Kamarudin (37).

Selasa, 23 Februari 2010, 18:40 WIB
Ita Lismawati F. Malau, Eko Huda S
Kapolri Memperlihatkan Korban Tewas Penyergapan Teroris di Solo : Susilo (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Kepala Kepolisian RI, Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri membenarkan telah menangkap jaringan teroris di Aceh. Namun, dia enggan menjelaskan secara rinci tentang jaringan teroris tersebut.

"Untuk masalah Aceh belum bisa rinci, karena berkaitan dengan masalah yang perlu kami kembangkan," kata Bambang Hendarso Danuri usai Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III bidang Hukum DPR di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa 23 Februari 2010.

Polri pun membenarkan kabar tertangkapnya jaringan teroris sebagaimana telah diberitakan di berbagai media. Dia mengatakan dalam penggerebekan itu telah ditangkap tiga orang.

"Untuk apa peristiwanya dan kaitannya bagaimana itu yang belum bisa saya jelaskan. Nanti pada saatnya setelah kita mengungkap lebih dalam kita akan menjelaskan, akan disampaikan Kadiv Humas," kata dia.

Penangkapan itu sendiri berlangsung sekitar 14 jam. Polisi mulai bergerak Senin siang usai salat dzuhur hingga pukul 04.00 WIB, Selasa 23 Februari 2010.

Sempat terjadi baku tembak saat itu, namun hanya tiga orang yang berhasil ditangkap. Polisi kini masih melakukan penyisiran di kawasan tersebut.

Dalam penggrebekan ini, seorang warga tewas bernama Kamarudin (37) dan melukai seorang anak, Suheri (14).

Polda Nangroe Aceh Darussalam (NAD) juga meyakini tiga orang yang di tangkap Polres Aceh Besar, adalah kelompok jaringan teroris, yang diduga kuat terkait kelompok Imam Samudera dan Noordin M Top.

Polisi juga menemukan sejumlah barang bukti seperti buku berjudul 'Mimpi Suci Dibalik Jeruji Besi' karangan Al Gufron dan pakaian loreng motif Malaysia, dilokasi penangkapan di Kecamatan Kuta Malaka, daerah kawasan Janto arah Gempang, seperti ditemukannya

"Bukti yang kami peroleh yakni buku Al Gufron berjudul mimpi suci dibalik jeruji besi dan pakain loreng Malaysia," kata Kapolda NAD Irjen Pol. Aditya Warman kepada wartawan di Aceh, Selasa 23 Februari 2010.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
si imut
10/03/2010
Knp yach klw org islam yg tertangkap di bilang teroris???gendut Sya bingung sebenarnya siapa sih otaknya teroris.............???? jangan2 malah org non islam yg ingin mengadu domba sesama umt muslim..........
Balas   • Laporkan
faris
02/03/2010
sikat habis yang mau mengacaukan aceh, aceh tidak ada teroris orang luar yg mengacaukan aceh, tpi kalau GAM selain itu kami tidak mendukung
Balas   • Laporkan
Pejantan
26/02/2010
wah wah wah..pasti yang ditangkap KTP nya Islam..makanya disebut TERORIS..Kalo yang di Papua,meski terang2an mengacau dan membunuh..!! Bukan TERORIS.....!!!
Balas   • Laporkan
pria sejati
23/02/2010
congratulation for POLRI...... yang t'lah berhsil menangkp jaringan teroris di Aceh Besar.... namun pertanyaan yang muncul di benak sya selaku orang awam, apakah hnya dengan alasan memiliki buku Al Ghufran berjudul mimpi suci dibalik jeruji besi dan pakai
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ