Nasional

Makam dr Poch 'Hitler' Tak Bertanggal Lahir

Selain kusam, makam yang dilapisi batu granit hitam itu juga dipenuhi rumput golang-galing

Selasa, 23 Februari 2010, 07:20 WIB
Umi Kalsum
Makam dr Poch di TPU Ngagel Utara, Surabaya (Tudji Martudji/VIVAnews)

VIVAnews -  Benarkah dokter Poch yang meninggal di RS Karang Menjangan, Surabaya, Adolf Hilter yang melarikan diri dari tanah kelahirannya? Di manakah makam diktaktor Jerman itu?

Penelusuran VIVAnews, Senin 22 Februari 2010, menemukan tempat peristirahatan dr Poch berada di Pemakaman Umum Ngagel Utara, Jalan Bung Tomo, Surabaya.

Makam itu berada di pojok bagian selatan dengan kondisi yang mengenaskan dan tidak terawat. Selain kusam, makam yang dilapisi batu granit hitam itu juga dipenuhi rumput golang-galing.

Makam berukuran 2x1 meter itu dikelilingi pagar besi yang sudah berkarat. Ada sebuah pintu masuk menuju makam yang sudah tidak bisa dibuka lagi karena kondisi pintu yang saling menempel akibat karat. Pagar tersebut kini beralih fungsi menjadi jemuran. Dua helai pakaian terlihat menghiasi pagar itu.

Dokter Poch merupakan satu-satunya orang bule yang dimakamkan di pemakaman tersebut. Warga sekitar tidak tahu si bule yang dimakamkan itu dari mana asalnya. Sebagian menyebut dari Belanda, lainnya lagi menyebutkan bule Inggris.

Di atas makam tersebut tertulis identitas "dokter GA Poch". Hanya inilah satu-satunya identitas yang menunjukkan bahwa makam itu memang makam orang yang pernah memimpin rumah sakit di Sumbawa Besar. Tidak ada identitas lain yang tertulis di batu berukuran 20x10 cm tersebut.

Kolom lahir dan wafat dibiarkan kosong, sehingga tidak ada identitas kapan Poch dilahirkan dan wafat. Selain nama, identitas lain  yang tertulis di batu itu hanya nomor urut makam, yakni 'CC 258'.

Yono (48), tukang batu, yang kini menjaga kompleks pemakaman itu menuturkan, Poch dimakamkan sekitar tahun 1970. "Saya diberitahu kuncen makam yang meninggal 5 tahun lalu," katanya.

Yono yang tinggal di sekitar makam itu mengingat saat sang dokter dimakamkan, usianya sekitar 10 tahun. Saat itu ia melihat banyak dokter yang mengikuti prosesi pemakaman.

Kok bisa tahu itu dokter? "Karena banyak yang pakai baju putih-putih kayak dokter. Banyak orang Belanda-nya," kata Yono.

***
Spekulasi bahwa Hitler meninggal di usia tua di Surabaya, Indonesia diawali artikel di Harian Pikiran Rakyat pada tahun 1983. Penulisnya bernama dr Sosrohusodo -- dokter lulusan Universitas Indonesia yang pernah bertugas di kapal yang dijadikan rumah sakit bernama 'Hope' di Sumbawa Besar.

Kata Sosrohusodo, Poch, dokter tua Jerman yang dia temui di Sumbawa adalah Hitler.

Bukti-bukti yang diajukan Sosrohusodo, adalah bahwa dokter tersebut tak bisa berjalan normal --- dia selalu menyeret kaki kirinya ketika berjalan.

Kemudian, tangannya, kata Sosrohusodo, tangan kiri dokter Jerman itu selalu bergetar. Dia juga punya kumis vertikal mirip Charlie Chaplin, dan kepalanya gundul.

Kondisi ini diyakini mirip dengan gambaran Hilter di masa tuanya -- yang ditemukan di sejumlah buku biografi sang Fuhrer. Saat bertemu dengannya di tahun 1960, orang yang diduga Hitler berusia 71 tahun.

Menurut Sosrohusodo, dokter asal Jerman yang dia temui sangat misterius. Dia tidak punya lisensi untuk jadi dokter, bahkan dia sama sekali tak punya keahlian tentang kesehatan.

Poch diketahui meninggal pada 15 Januari 1970 pukul 19.30 di Rumah Sakit Karang Menjangan Surabaya karena serangan jantung, dalam usia 81 tahun. Dia dimakamkan sehari kemudian di daerah Ngagel.

Namun, fakta di mana 'sang Fuhrer' menghabiskan akhir hayatnya belum bisa dipastikan sampai saat ini. Ada yang yakin Hitler tewas bunuh diri di sebuah bunker di Berlin pada 30 April 1945.

Ada juga versi lain, bahwa pemimpin NAZI ini meninggal  di Argentina, Brazil, atau sebuah tempat di Amerika Selatan.

 

Laporan: Tudji Martudji | Surabaya



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
azka
27/09/2011
hm,kan katanya ada sim dr.Poch yg ada sidik jarinya,cocokan aja sidik jarinya, bereskan :)
Balas   • Laporkan
Moat Maumere
27/09/2011
Dizaman dgan teknilogi maju kayak sekarang ini mah gampang....telpon aja atau kalau g sms bisa juga BBM tu si hitler tanya mati dimana....
Balas   • Laporkan
Ifant
18/09/2010
allahhuaLAm cman allah yang tahu
Balas   • Laporkan
bisa juga karena menurut sejarah yg saya cari tahu,saat perang dunia kedua,daerah papua dan papua nugini sempat di kuasai oleh jerman, bisa jadi beliau lari ke asia (indonesia) karena tidak begitu boming dengan NAZI dan setelah dari papua terus ke sumbawa
Balas   • Laporkan
dincul
19/08/2010
cek doong si hitler aslinya mati dimana .. penasaran dehh ...
Balas   • Laporkan
Dian regizter
30/05/2010
Jari aja data2 sang 'sang Fuhrer' katax mnika sama orng indo ...troz cari tau aja ap iztri 'sang Fuhrer' itu masi hidup kan tar tw ap bner dia 'sang Fuhrer' yg mninggl di indo ok lah mju troz indo moga di tmukn jejak 'sang Fuhrer'
Balas   • Laporkan
hamzahrahmatullah | 21/03/2012 | Laporkan
Masih Hidup gan, di Bandung. Lahirnya di Sukabumi. Namanya Sulaesih, udah pernah diwawancarai banyak wartawan media massa thun 1980-an dan katanya dr Poch berulang kali mengaku bahwa hitler-lah dirinya.
Dian regizter
30/05/2010
Jari aja data2 sang 'sang Fuhrer' katax mnika sama orng indo ...troz cari tau aja ap iztri 'sang Fuhrer' itu masi hidup kan tar tw ap bner dia 'sang Fuhrer' yg mninggl di indo ok lah mju troz indo moga di tmukn jejak 'sang Fuhrer'
Balas   • Laporkan
Juragan Jengkol
24/02/2010
biasa namanya jg mass media, hal2 sepele emang enak dijadikan polemik ya klo bkn biar dpt berita, apa lg cb??? kan kasus sinetron persidangan pak Antasari udah selesai, kasus Century jg udah hampir selesai, berita2 kriminal udah semakin banyak, jd saatny
Balas   • Laporkan
ABET.K
24/02/2010
perlu endalaman Khusus untuk membuktikan dimana meninggalnya Hitler yang sesungguhnya. Menguak tabir misterius meninggalnya ''sang Figrer''. Kemudian Apakah GA Poch adalah Hitler bisa ia bisa tidak. Sebab masuknay GA Poch ke SUmbawa Besar (NTB) tidak ada
Balas   • Laporkan
wong solo
23/02/2010
ya mending bongkar ja tu makam dan ambil sampel DNA nya kl ndak pasti susunan gigi belum hilang cocokin aja ma hittler mungkin di negara jerman ada arkeolog yang tau ciri - ciri visik hittler
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ