Nasional

Kesaksian Mantan Pasien Dokter Poch 'Hitler'

"Saya sering diperiksa. Waktu saya takut. Gayanya kayak gitu bukan gaya dokter."

Senin, 22 Februari 2010, 14:02 WIB
Elin Yunita Kristanti
Adolf Hitler (berkumis) saat berkendara bersama Benito Mussolini (AP Photo)

VIVAnews - Diktator Jerman, Adolf Hitler dikabarkan meninggal di Indonesia, tepatnya di Surabaya, Jawa Timur.

Sebelum ke Surabaya, Hitler diduga menyaru sebagai Poch, seorang dokter yang pernah bertugas di Sumbawa Besar.

Penelusuran VIVAnews soal kebenaran cerita ini diawali dari Sumbawa. Seorang saksi, bernama Ahmad Zuhri Muhtar mengaku memang ada dokter bernama Poch yang bekerja di Rumah Sakit Umum Sumbawa. Poch juga berpraktek di Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA) yang saat ini menjadi Puskesmas Seketeng.

"Kebetulan Puskesmas itu ada di dekat rumah," kata Ahmad ketika dihubungi VIVAnews, Senin 22 Februari 2010.

Ahmad mengaku saat duduk di kelas 1 atau 2 Sekolah Dasar, dia menjadi pasien dokter Poch.

"Saya sering diperiksa. Waktu itu perasaan saya takut. Gayanya kayak gitu bukan gaya dokter. Itu ingatan saya waktu masih kecil," kata dia.

Dokter Poch yang dia kenal nampak garang. "Kalau dikatakan galak, nggak juga. Bahasa Indonesianya pas-pasan, dan ada gaya-gaya menggertak," kata dia.

Ahmad menceritakan ciri-ciri dr Poch yang dia kenal. "Kepala botak, kumis tebal merah jagung. Dia juga memakai kaca mata," kata dia.

Poch juga agak pincang. "Mobilnya Jeep kap terbuka, seperti buatan Jerman. Kalau menyetir dengan satu tangan, gaya geng-geng begitu," tambah Ahmad.

Pria kelahiran 1955 itu menceritakan Poch datang menumpang kapal asing 'Hope'. Kapal itu membawa obat-obatan dan menyediakan pengobatan gratis.

"Saya ingat, para penumpang dan kru-kru kapal dibawa turun melihat karapan kerbau di dekat rumah saya. dr Poch juga ada di komunitas itu," tambah dia.

Terkait informasi yang menyatakan Poch adalah Hitler, Ahmad mengaku  tak tahu pasti. Meski, dia mengakui ada kemiripan Poch dengan foto Hilter yang dia lihat di sejumlah media dan buku.

Kata Ahmad, harus ada kajian yang lebih ilmiah. Bagaimanapun, Hitler adalah sosok besar dalam sejarah yang layak diungkap kehidupannya.

"Saat ini soal Hitler seakan terabaikan. Padahal kalau mau menguak kisah ini sudah ada pintu masuknya, dokter Poch di Sumbawa besar dan makamnya di Ngagel," kata Ahmad.

***
Spekulasi bahwa Hitler meninggal di usia tua di Surabaya, Indonesia diawali artikel di Harian Pikiran Rakyat pada tahun 1983. Penulisnya bernama dr Sosrohusodo -- dokter lulusan Universitas Indonesia yang pernah bertugas di kapal yang dijadikan rumah sakit bernama 'Hope' di Sumbawa Besar.

Kata Sosrohusodo, Poch, dokter tua Jerman yang dia temui di Sumbawa adalah Hitler.

Bukti-bukti yang diajukan Sosrohusodo, adalah bahwa dokter tersebut tak bisa berjalan normal --- dia selalu menyeret kaki kirinya ketika berjalan.

Kemudian, tangannya, kata Sosrohusodo, tangan kiri dokter Jerman itu selalu bergetar. Dia juga punya kumis vertikal mirip Charlie Chaplin, dan kepalanya gundul.

Kondisi ini diyakini mirip dengan gambaran Hilter di masa tuanya -- yang ditemukan di sejumlah buku biografi sang Fuhrer. Saat bertemu dengannya di tahun 1960, orang yang diduga Hitler berusia 71 tahun.

Menurut Sosrohusodo, dokter asal Jerman yang dia temui sangat misterius. Dia tidak punya lisensi untuk jadi dokter, bahkan dia sama sekali tak punya keahlian tentang kesehatan.

Poch diketahui meninggal pada 15 Januari 1970 pukul 19.30 di Rumah Sakit Karang Menjangan Surabaya karena serangan jantung, dalam usia 81 tahun. Dia dimakamkan sehari kemudian di daerah Ngagel.

Namun, fakta di mana 'sang Fuhrer' menghabiskan akhir hayatnya belum bisa dipastikan sampai saat ini. Ada yang yakin Hitler tewas bunuh diri di sebuah bunker di Berlin pada 30 April 1945.

Ada juga versi lain, bahwa pemimpin NAZI ini meninggal  di Argentina, Brazil, atau sebuah tempat di Amerika Selatan.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
ryadhi van doblang
27/09/2011
andaikan dahulu hitler membunuh semua orang yahudi sampe k akar2nya, mungkin palestina ndak akn menderita sprti sekarang,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Balas   • Laporkan
rio
05/09/2011
harusnya ada pembuktian yg Legalitasnya di akui seluruh dunia, dan kalau benar maka Khadafi, Ben Ali, Hosni Mubarak juga bisa tinggal di Indonesia. Selamat buat sang Fuhrer karena memilih Indonesia untuk bertaubat.
Balas   • Laporkan
Dea
16/06/2011
Hitler bukan pahlawan Islam. Hitler dan Islam berbeda perjuangan. Hitler membunuhi semua Yahudi, tidak pandang bulu apakah Yahudi tengik atau baik, Hitler juga membunuh kaum Gypsy, dan orang-orang Jerman sendiri yang cacat dan tua. Anak-anak pun dibunuh.
Balas   • Laporkan
Gean
24/01/2011
hmm...entah knapa aku suka jerman. padahal rezimnya hitler itu kejam ya. ga manusiawi banget...tapi aku sukaa..terkesan kuat, tegas dan kokoh. pasukannya ituloh... SS WAffin...mantap gan. coba tni kita kaya gt yg loyal n disiplin
Balas   • Laporkan
verdi suryana
24/09/2010
kalau sampai meniggal di indonesia luar biasa/ Promosi peluang buat indonesia
Balas   • Laporkan
ubay
13/09/2010
wahh ini bru yang namanya informasi jujur w tau lox hitler mati di indonesia itu dari buku yang ada di toko buku, langsung w baca, dan klo bener hitler mati di indonesia, ini bakal jadi sejarah baru
Balas   • Laporkan
wahyu
09/08/2010
ini sebuah berita kelas dunia.... harus ada pertemuan-pertemuan dunia untuk membahas kasus ini.Dengan begitu mungkin akan ada titik terang nya. Semoga ada kabar terbaru yang akan terungkap di lain hari....
Balas   • Laporkan
Nirwana
29/06/2010
iya, saya sangat mengidolakan dengan tokoh yang satu ini. saya sangat percaya, lagipula tidak ada bukti fisik kalo hitler meninggal bunuh diri.
Balas   • Laporkan
Ozzy
27/06/2010
komentar saya : 1. kalo dokter poch kerja RSU atau BKIA, bukannya pemerintah akan tahu asal usulnya? 2. apakah saksi bernama Ahmad Zuhri Muhtar memang bisa mengingat saat kecil, apalagi masih kelas 1 atau 2? 3. Agak janggal kalo dr poch tinggal di sumbaw
Balas   • Laporkan
saya
26/06/2010
saya fans hitler, saya mendukung penuh penelusuran ini. :)
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ