Nasional

Penodaan Agama, Menag Nilai Pelanggaran Berat

Dalam bentuk apapun itu bentuk penghinaan, karena sudah merusak kepercayaan orang lain.

Kamis, 18 Februari 2010, 15:10 WIB
Amril Amarullah, Nur Farida Ahniar
Buku aliran sesat (Ahmad Zahrir Ridlo | Surabaya Post)

VIVAnews -- Beredarnya buku dan CD yang dinilai melecehkan agama Islam di Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, adalah tindakan yang melanggar hukum.

Karena itu, menurut Kementerian Agama Suryadharma Ali dalam bentuk apapun jelas itu bentuk penghinaan, karena sudah merusak kepercayaan orang lain.

"Ini bentuk pelanggaran yang merusak kepercayaan masyarakat terhadap agama yang dipeluk," kata Suryadharma Ali sebelum rapat terbatas di kantor presiden, Kamis 18 Februari 2010.

Menuurut dia, bila memang ada, baik dalam bentuk apapun, institusi, pikiran ataupun gerakan yang jelas-jelas menghina agama lain, adalah bentuk pelanggaran berat.

Sebelumnya di Sumenep, Madura beredar Buku dan "video compact disk" (VCD) yang dinilai melecehkan ajaran Islam. Hal itu dikatakan Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) An Nur, Desa Mantajun, Kecamatan Dasuk, Muhammad Hanif di Sumenep, 16 Februari 2010, seperti yang dilansir tvOne.

"Beberapa hari lalu, sejumlah warga mendatangi dan memberitahukan pada kami telah menerima buku dan VCD yang isinya melecehkan ajaran Islam. Kami khawatir dan resah atas peredaran buku dan VCD tersebut, karena isinya tidak mengenakkan," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya langsung membaca dua buku dan memutar VCD yang diserahkan warga tersebut. "Isinya memang melecehkan ajaran Islam.

Salah satu yang isi yang melecehkan ajaran Islam dalam buku yang juga beredar di Pasongsongan, Sumenep disebutkan Nabi Muhammad tertipu jin Arab ketika menyebarkan agama Islam dan Ka'bah adalah patung berhala.

Di VCD tersebut, juga disebutkan "tawaf" (mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali) yang merupakan salah satu rangkaian ibadah haji disebut sebagai mainan anak-anak kecil. "Kami langsung meminta warga untuk tidak percaya pada isi VCD maupun buku tersebut," ucap Hanif.

Bahkan yang paling melecehkan sekali, lanjut Hanif penyebutan Nabi Muhammad disebutkan meninggal dunia akibat diracun oleh salah seorang istrinya dan Nabi Ismail menjadi nabi atas permintaan Nabi Ibrahim.

Bahkan, di dua buku tersebut terdapat nomor telepon genggam, yakni 0852255590xx. Sementara di VCD terdapat tulisan: "Yang Kuasa Sudah Ubahkan Hati Keras", dan terdapat nomor telepon genggam, yakni 0812891942xx.

Sesuai informasi dari warga, kata dia, buku dan VCD tersebut diperoleh dari orang yang naik sepeda motor dan tak dikenal oleh warga sekitar. "Salah satu buku diterima oleh salah seorang siswa sekolah dasar (SD). Ketika itu, anak tersebut pulang dari sekolah dan di jalan tiba-tiba dilempari buku oleh orang yang naik sepeda motor," tutur Hanif.

Dua buku yang beredar di Desa Mantajun itu tidak ada keterangan penerbit dengan judul: "Jalan (Tauhid) Menuju Surga" dan "Siapa Membelenggu Tuhan, Penuntun Menjadi Kaum Imani yang Tidak Membelenggu Tuhan".



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ