Nasional

Buku Aliran Sesat Beredar di Kalangan Siswa

Ada beberapa judul buku berbentuk pocket yang diterima siswa.

Rabu, 17 Februari 2010, 15:20 WIB
Amril Amarullah
Buku aliran sesat (Ahmad Zahrir Ridlo | Surabaya Post)

SURABAYA POST -- Ajaran sesat dalam bentuk compact disk (CD) dan buku serta selebaran meresahkan warga muslim di wilayah utara Kabupaten Sumenep.
 
Orang tidak dikenal membagi-bagikan buku dan CD yang diketahui kemudian berisi penodaan terhadap agama Islam kepada siswa SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Kasus tersebut terungkap di Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan dan Desa Mantajun, Kecamatan Dasuk.  Ada beberapa judul buku berbentuk pocket yang diterima siswa.

Di antaranya berjudul ”Jalan (Tauhet) Menuju Sorga” dan “Siapa Membelenggu Tuhan”, dan ”Selamatkan Diri dari Dajjal dan Qiamat”. KH Moh. Hanif, pengasuh Ponpes An Nur, Desa Mantajun, Kecamatan Dasuk mendapatkan buku dan CD itu dari anak SD.

“Anak SD itu mendapatkan buku tersebut dari orang yang tak dikenal,” cerita Hanif. ”Isi buku dan CD itu menyesatkan dan mengarah ke penodaan agama Islam. Kalau orang awam bisa terpengaruh,” katanya.

Kiai Hanif menceritakan, isi video di dalam CD tersebut, seorang tak dikenal berpidato menyalahkan ajaran Islam yang berkembang selama ini. Di antaranya dikatakan, Nabi Ismail tidak layak jadi nabi, karena dia menjadi nabi atas permintaan bapaknya, Nabi Ibrahim.

Di bagian lain disebutkan, Nabi Muhammad meninggal dunia karena diracun oleh istrinya. Yang lebih parah lagi, lanjut KH Hanif, ibadah Tawaf atau mengelilingi Ka’bah dianggap mainan anak-anak. ”Itu jelas merupakan penistaan terhadap ajaran agama Islam,” katanya.

Ketua MWC NU Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, Hosnan Mustofa juga mendapatkan buku dan CD itu dari siswa MI. ”Siswa tersebut diberi oleh empat orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor,” katanya.

Isi CD dan selebaran itu, lanjutnya, menyimpang dari ajaran Islam dan sangat meresahkan warga. Dalam CD tersebut, Ka’bah adalah sebuah berhala peninggalan Kaum Kafir Quraisy dan tidak perlu dijadikan Kiblat oleh orang muslim.

Lebih keras lagi dikatakan, Ka’bah itu adalah berhala yang tidak dirobohkan pada saat Fatwa Mekkah. Sedangkan Hajar Aswad adalah simbol alat kelamin perempuan. Jadi siapa yang mencium Hajar Aswad itu sama halnya mencium alat kelamin perempuan.

Dia berencana akan melaporkan kasus tersebut ke PCNU Sumenep dan aparat terkait. Polres Sumenep langsung bertindak ketika mendapatkan laporan. Polres menerjunkan tim khusus untuk melakukan investigasi sehubungan dengan tersebarnya buku dan CD serta selebaran yang isinya diduga menyesatkan.

”Tiga lokasi yang menjadi sasaran yakni Desa Panaongan dan Desa Soddara Kecamatan Pasongsongan serta Desa Mantajun Kecamatan Dasuk, Sumenep,” kata Kasat Intelkam Polres Sumenep, AKP Endri Prastyo Utoro.

Pihaknya akan meminta penjelasan dari sejumlah pihak, terutama siswa yang menerima buku dan CD tersebut. ”Kita akan mengusut masalah ini, ini masalah serius yang menyangkut umat Islam,” tegas Endri.

Dia belum tahu pasti isi dari CD tersebut, namun memastikan bahwa barang bukti telah ada di MWC NU Pasongsongan dan pengasuh Pondok Pesantren Annur, Desa Mantajun, Kecamatan Dasuk.

Laporan: Ahmad Zahrir Ridlo



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
im muslim
18/03/2010
saya kok heran..knp mesti terpancing mslah2 spt ini..dari dulu kelemahan islam adalah begitu mudahnya terpancing issue..,ingat kita mayoritas tp minoritas di akidah.jd kita intropeksi aja masing2...
Balas   • Laporkan
elvit arsya
18/03/2010
betul gis, jangan sampai kita terpecah oleh sesuatu yg tidak pantas, ini mengajari kita untuk mawas diri dan mempertebal iman dan keyakinan kita....
Balas   • Laporkan
Ferrizal
18/03/2010
Hai Kaum Muslimin dan Muslimat. Marilah kita sama-sama introspeksi diri, apakah sudah benar-benar megimplementasikan semua ajaran islam yang terkandung dalam Al Qur'an dan Sunnah Nabinya. Kalau kita sendiri tidak menjalankan dan mengabaikan syari'at isla
Balas   • Laporkan
im
18/02/2010
wah komentar bung johan sudah mulai tampak mengkambinghitamkan salah satu kelompok umat islam, jangan2 maling teriak maling tuh,
Balas   • Laporkan
agis
18/02/2010
Maaf, mari kita merenung, aqidah islam telah ribuan tahun ada, zaman melaju tetap saja perzinahan makin marak, mari kita sempurnakan islam agar lebih melekat mjd panutan nyata ,al qur'an bukan sekedar kebanggaan bahan bacaan semata,bukan di pahami semata,
Balas   • Laporkan
johan
17/02/2010
Orang-orang JIL (Jaringan Islam Liberal) pasti sangat mendukung ajaran tersebut, karena sesuai dengan tujuan mereka yaitu kebebasan beragama dan kepercayaan, pluralisme, tidak ada istilah penodaan Agama. Hal ini bukan hal yang aneh, usaha mereka merusak A
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ