VIVAnews - Kemarahan terkait beredarnya buku 'aliran sesat' tidak hanya mewabah di tiga desa, Panaongan, Soddara Kecamatan Pasongsongan dan Desa Mantajun, Kecamatan Dasuk, Sumenep. Sejumlah orang dari beberapa wilayah Sumenep juga mulai ramai membicarakan itu.
"Mulai ramai, banyak orang ikut membicakan itu. Mulai warung kopi, kalangan sopir dan orang kantor juga ikut terlibat berbincangan," terang Syaiful Bahri, warga Sumenep yang dihubungi VIVAnews, Rabu, 17 Februari 2010.
Rasa penasaran melanda banyak orang. Mereka ingin mengetahui bentuk buku dan isinya termasuk VCD yang dikabarkan mengajarkan aliran sesat dan penghinaan agama itu.
Cerita yang beredar, peristiwa itu terjadi sejak tiga hari lalu. Menurut Syaiful, buku itu setebal buku tulis dengan judul 'Jalan Tauhet Menuju Sorga' dan yang lainnya berjudul 'Siapa Membelenggu Tuhan'.
Meski mengatakan belum membaca semua, dia yakin buku itu akan memicu polemik. Ditanya siapa yang menulis atau buku itu dikarang oleh siapa, guru itu mengaku tidak tahu. "Tidak tahu, tidak ada penulisnya," kata dia.
Meski sudah mengantongi dua buku itu, Syaiful masih penasaran dengan VCD yang juga berisi penghinaan agama. "Saya juga penasaran, tapi belum menemukannya," lanjut dia.
Yang membuatnya marah, serta umat Islam di Sumenep marah adalah isi buku yang menyebutkan Ka'bah adalah berhala. Dikisahkan bangunan bersejarah tersebut sengaja tidak dirobohkan. "Itu bangunan kaum kafir. Anehnya, sekarang diagungkan umat Islam. Ini adalah tindakan bodoh," kata Syaiful menerangkan isi buku itu.
Bagian lainnya menyebutkan Hajar Aswad sebagai simbol kelamin wanita. Di buku itu, ditulis 'aneh' siapa yang mencium Hajar Aswad sama halnya mencium alat kelamin perempuan dan itu sama halnya dengan zina.
Terkait beredarnya buku dan VCD penghinaan agama ini, pengasuh Pondok Pesantren Annur di Desa Mantajun, Kecamatan Dasuk, Sumenep, Ustadz M Hanif meminta santrinya menelusuri penyebar buku dan VCD itu karena telah meresahkan warga, khususnya umat Islam.
"Sejumlah santri kami turunkan untuk menelusuri dalangnya. Karena dalam buku itu ada kalimat yang juga menceritakan, Nabi Muhammad wafat tidak wajar. Beliau meninggal setelah diracun istrinya," kata Ustadz Hanif.
Terkait itu, pihaknya meminta polisi segera bertindak cepat. Ditanya, asal muasal buku tersebut, ustadz itu juga mengatakan pihaknya belum mendapat kejelasan.
Ada yang mengatakan, sejumlah buku itu disebar dengan 'diam-diam'. Informasi yang diperoleh, banyak warga yang tahu-tahu dikirimi buku itu. Caranya diletakkan begitu saja di depan rumah mereka. Ada juga yang menemukan di sejumlah tempat, seperti halte dan pinggir jalan, ada juga yang menyebarkan di jalan-jalan umum, seperti sales.
Hingga kini penyebar buku dan VCD tersebut masih misterius.
Laporan: Tudji Martudji | Surabaya