Nasional

VCD Hina Agama Beredar Sejak 3 Hari Lalu

Buku dan VCD itu jadi pembicaraan di warung kopi, kalangan sopir dan orang kantoran.

Rabu, 17 Februari 2010, 14:16 WIB
Umi Kalsum
   

VIVAnews - Kemarahan terkait beredarnya buku 'aliran sesat' tidak hanya mewabah di tiga desa, Panaongan, Soddara Kecamatan Pasongsongan dan Desa Mantajun, Kecamatan Dasuk, Sumenep. Sejumlah orang dari beberapa wilayah Sumenep juga mulai ramai membicarakan itu.

"Mulai ramai, banyak orang ikut membicakan itu. Mulai warung kopi, kalangan sopir dan orang kantor juga ikut terlibat berbincangan," terang Syaiful Bahri, warga Sumenep yang dihubungi VIVAnews, Rabu, 17 Februari 2010. 

Rasa penasaran melanda banyak orang. Mereka ingin mengetahui bentuk buku dan isinya termasuk VCD yang dikabarkan mengajarkan aliran sesat dan penghinaan agama itu.

Cerita yang beredar, peristiwa itu terjadi sejak tiga hari lalu. Menurut Syaiful, buku itu  setebal buku tulis dengan judul  'Jalan Tauhet Menuju Sorga' dan yang lainnya berjudul 'Siapa Membelenggu Tuhan'.

Meski mengatakan belum membaca semua, dia yakin buku itu akan memicu polemik. Ditanya siapa yang menulis atau buku itu dikarang oleh siapa, guru itu mengaku tidak tahu. "Tidak tahu, tidak ada penulisnya," kata dia.

Meski sudah mengantongi dua buku itu, Syaiful masih penasaran dengan VCD yang juga berisi penghinaan agama. "Saya juga penasaran, tapi belum menemukannya," lanjut dia.

Yang membuatnya marah, serta umat Islam di Sumenep marah adalah isi buku yang menyebutkan Ka'bah adalah berhala. Dikisahkan bangunan bersejarah tersebut sengaja tidak dirobohkan. "Itu bangunan kaum kafir. Anehnya, sekarang diagungkan umat Islam. Ini adalah tindakan bodoh," kata Syaiful menerangkan isi buku itu.

Bagian lainnya menyebutkan Hajar Aswad sebagai simbol kelamin wanita. Di buku itu, ditulis 'aneh' siapa yang mencium Hajar Aswad sama halnya mencium alat kelamin perempuan dan itu sama halnya dengan zina.

Terkait beredarnya buku dan VCD penghinaan agama ini, pengasuh Pondok Pesantren Annur di Desa Mantajun, Kecamatan Dasuk, Sumenep, Ustadz M Hanif meminta santrinya menelusuri penyebar buku dan VCD itu karena telah meresahkan warga, khususnya umat Islam.

"Sejumlah santri kami turunkan untuk menelusuri dalangnya. Karena dalam buku itu ada kalimat yang juga menceritakan, Nabi Muhammad wafat tidak wajar. Beliau meninggal setelah diracun istrinya," kata Ustadz Hanif. 

Terkait itu, pihaknya meminta polisi segera bertindak cepat. Ditanya, asal muasal buku tersebut, ustadz itu juga mengatakan pihaknya belum mendapat kejelasan.

Ada yang mengatakan, sejumlah buku itu disebar dengan 'diam-diam'. Informasi yang diperoleh, banyak warga yang tahu-tahu dikirimi buku itu. Caranya diletakkan begitu saja di depan rumah mereka. Ada juga yang menemukan di sejumlah tempat, seperti halte dan pinggir jalan, ada juga yang menyebarkan di jalan-jalan umum, seperti sales.

Hingga kini penyebar buku dan VCD tersebut masih misterius.

Laporan: Tudji Martudji | Surabaya



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
khan1900
25/04/2011
Lanjutkan propagandanya
Balas   • Laporkan
ipin
23/04/2011
Orang Indonesia kalau ada sedikit saja persoalan yang menyinggung umat islam langsung menuduh yahudi, amerika dan negara lainnya, padalah biasanya jari siapa menunjuk itu menunjuk dirinya sendiri, siapa tahu itu dilakukan umat islam sendiri.
Balas   • Laporkan
nobinobita
17/02/2011
Saya justru membaca adanya skenario besar untuk mengatas namakan agama sebagai isu sentral yang paling sensitif dan mudah menyulut konflik. Walaupun hanya sebatas sangkaan dan masi belum paham motifnya
Balas   • Laporkan
Santri Jenggot
18/03/2010
silahkan baca "The Islamic Invasion" karangan Robert A Morey. Buku ini lebih jahat di banding karangan Salman Rusdy... Tapi Alhamdulillah, sudah terjawab dengan buku "Islam Di Hujat"....
Balas   • Laporkan
Santri Preman
18/03/2010
mereka mengambil masukan dari "The Islamic Invasion" karangan Robert A Morey. Tapi Alhamdulillah.... Irene Handono menjawab hal tersebut dengan "Islam Di Hujat". Silahkan baca.....
Balas   • Laporkan
Frey
22/02/2010
@ida --- bukannya kebalik??? Kafir itu kaum yang gemar membaca, gemar selidik/riset, kalau mendapatkan sebuah informasi nggak gampang langsung percaya, tapi ditelusuri ke sumber yang lebih awal, kalo udah dapat, dipelajari, dikritisi, lalu ambil kesimpula
Balas   • Laporkan
imran
20/02/2010
umat islam harus bersatu,dan kalau ketahuan sumbernya yg pasti,hukum harus benar benar di tegakan.
Balas   • Laporkan
dikto
17/02/2010
pro mastur - 17/02/2010, jangan cepat2 menuduh bangsa lain. sebelum ada bukti yg nyata. karena di amerika sendiri juga banyak yg islam. di indonesia sendiri banyak pengacau/orang2 tidak bertanggung jawab.
Balas   • Laporkan
Alamanto
17/02/2010
Kasus ini bukan yang pertama, pada tahun 2007 di sejumlah kota di Aceh pernah menerima kiriman paket yang ternyata isinya adalah buku dan CD yang serupa dengan berita diatas. Sudah waktunya polisi harus segera bertindak, jangan dibiarkan masyarakat resah.
Balas   • Laporkan
parjo
17/02/2010
@Mastur: gampang bgt nuduh.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ