VIVAnews - Dua warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban bencana alam gempa bumi di Haiti sudah tiba di Tanah Air. Salah satu korban akan bertemu dengan Departemen Luar Negeri.
Pertemuan antara Departemen Luar Negeri akan diwakili Direktorat Perlindungan WNI dan BHI. Pertemuan akan berlangsung sekitar pukul 09.15 WIB di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Rabu 16 Februari 2010.
Dua warga Indonesia yang menjadi korban bencana alam Haiti adalah Endang Dwi Satriyani dan Yogi Anggoro. Keduanya telah berada di Indonesia.
Kedua warga Indonesia itu merupakan staf volunteer Minustah (United Nations Stabilization Mission in Haiti). Mereka berada di Port Au Prince saat terjadinya bencana gempa bumi berkekuatan 7 skala richter pada tanggal 12 Januari 2010 lalu.
"Terkait dengan hal itu, Direktur Perlindungan WNI dan BHI bermaksud mengadakan pertemuan dengan salah seorang WNI yang telah kembali dari Haiti, yakni Endang Dwi Satriyani," tulis keterangan resmi Deplu.
Seperti diketahui, sebanyak lima warga negara Indonesia dipastikan selamat dari gempa dahsyat yang mengguncang kota Port-au-Prince, Haiti. Warga Indonesia yang selamat dari gempa di Haiti itu antara lain I Gusti Ayu Putu Sukerti, Ni Luh Made Juini dan Ni Ketut Yasri Astiti. Ketiganya adalah warga asal Bali yang bekerja sebagai terapis spa di Hotel Montana, Haiti.
Gempa berkekuatan 7 Skala Richter mengguncang Haiti pada Selasa, 12 Januari 2010 sore waktu setempat atau Rabu, 13 Januari 2010 dini hari waktu Indonesia Barat.
Badan Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan, gempa di Haiti kali ini berpusat di 18,45 derajat lintang utara dan 72,44 bujur barat atau berjarak 15 km barat daya Ibukota Port-au-Prince. Palang Merah Internasional memperkirakan jumlah korban tewas antara 45.000 hingga 50.000 jiwa.
ismoko.widjaya@vivanews.com