Nasional

Gara-gara Rp13 Triliun, Alimin Dipanggil DPR

DPRD Pare-pare menganggap ada kejanggalan dari proses bertambahnya nilai transfer.

Selasa, 16 Februari 2010, 16:11 WIB
Amril Amarullah
Petani sedang menggarap sawahnya (Iwan Heriyanto | Surabaya Post)

VIVAnews -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Parepare akan memanggil Haji Alimin, petani yang pernah menerima transfer senilai Rp13 triliun melalui rekeningnya. DPRD Kota Parepare ingin mengetahui cerita dibalik terjadinya penambahan rekening yang milik petani tersebut.

Ketua Komisi III DPRD Parepare, Kaharuddin Kadir mengatakan, pihaknya telah mengagendakan Haji Alimin untuk dengar pendapat. "Kami jadwalkan untuk hearing pekan ini. Mudah-mudahan sudah tidak ada kendala," kata Kaharuddin kepada VIVAnews, Selasa, 16 Februari 2010.

Menurut Kaharuddin, Komisi III DPRD beranggapan, terjadinya penambahan nilai rekening hingga belasan triliun itu bukanlah human error, seperti pengakuan dari pihak Bank Mandiri beberapa waktu lalu saat menjelaskan kejadin tersebut. Justru DPRD Pare menganggap, ada kejanggalan dari proses bertambahnya nilai transfer milik warga Bacukiki itu.

"Kami tidak yakin jika itu adalah keteledoran. Pihak Bank adalah tempat kerja orang-orang yang teliti. Kalaupun teledor, nilainya tidak sebesar itu," ujar Kaharuddin yang dihubungi dari Makassar.

Justru DPRD Parepare menduga, terjadinya penambahan rekening Alimin karena adanya pelanggaran dalam kasus tersebut. Seperti money laundry, atau hal lain seperti aliran dana Bank Century.

"Siapa tahu dari bailout Bank Century juga, sebab waktunya sekitar November 2008. Atau paling memungkinkan memang adalah kejahatan pencucian mata uang," ujar politisi dari Partai Golkar tersebut.

Dalam dengar pendapat nanti, DPRD Parepare akan memanggil sejumlah pihak lainnya, seperti dari Bank Mandiri, pihak Kepolisian Parepare serta dari Bank Indonesia Cabang Makassar. Tujuannya, agar persoalan tersebut jelas sekaligus akan mengklarifikasi persoalan tersebut kepada masyarakat.

Hasilnya nanti akan menjadi rekomendasi dari DPRD Pare. Jika memang terjadi kesalahan, kata Kaharuddin, maka kasus akan dihentikan. Tapi jika memang ada dugaan money laundry, akan direkomendasikan kepada kepolisian.

Seperti diketahui, rekening Bank Mandiri Haji Alimin, 63 tahun, pada tahun 2008 bertambah hingga Rp 13 triliun. Penambahan tersebut ia ketahui sekitar bulan januari 2009, setelah mencetak buku tabungannya. Padahal, menurut Alimin, isi tabungannya hanya Rp 5,7 juta.

Sementara, Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo angkat bicara soal Alimin, petani Parepare yang mendadak kaya raya itu. Menurut Agus, masuknya duit Rp 13 triliun ke rekening Alimin karena kesalahan teknis.

"Hanya technical error, tapi sudah diselesaikan," kata Agus di sela-sela Temu Nasional Transmigrasi, di Jakarta, Rabu 10 Februari 2010.

Karena kejadian ini, Agus mengaku telah menginvestasikan US$ 85 juta untuk pengamanan teknologi informasi (IT), termasuk sistem keamanan. "Kami yakin, kalau ada sekdit technical eror, itu suatu hal yang lazim. Manusia tidak ada yang sempurna."

Sebelumnya, pekan lalu sejumlah media dikagetkan pemberitaan Alimin yang mendadak rekeningnya terisi Rp 13 triliun. Bahkan Alimin yang hanya petani di Parepare, Sulawesi Selatan itu, harus cuti ke sawah lantaran banyak tamu yang datang.

Ceritanya, Alimin pada September 2008 mendapat transfer dari seseorang di Kalimantan. Nilainya Rp 1,3 juta. Namun terjadi kesalahan posting. Angka yang seharusnya diketik 1.300.000 menjadi 13.000.000.000.000.

Saat mencetak buku tabungannya, November 2008, Alimin kaget bukan kepalang melihat saldo tabungannya sebanyak itu. Seharusnya saldo yang ia punya hanya Rp 5,7 juta.

"Saya kaget melihat rekening saya bertambah Rp 13 triliun," kata Alimin seperti diberitakan tvOne, Minggu 7 Februari.

Laporan: Rahmat Zeena | Makassar



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ