VIVAnews -- Perangkat pesawat Riau Air Lines jenis Fokker 50 rute penerbangan Bandara Binaka, Gunung Sitoli, Nias Sumatera Utara-Bandara Polonia Medan jatuh dan menimpa rumah warga di Jalan Jamin Ginting, Padang Bulan Medan, 15 Feberuari 2010.
Benda yang berfungsi sebagai saringan suara ini menimpa rumah Maruli Hutabarat di Jalan Djamin Ginting Nomor 761 Medan. Lokasi ini tidak jauh dari tempat jatuhnya pesawat Mandala yang menewaskan ratusan orang pada 2005 lalu.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 08.00 WIB ini. Namun, atap rumah Maruli yang terbuat dari seng jebol. Benda tersebut jatuh tepat di meja dan pintu kulkas rusak.
"Mendengar suara seperti ada yang jatuh itu, kami langsung melihatnya. Rupanya knalpot pesawat," kata Maruli.
Tidak berapa lama, Maruli membawa benda ini ke Bandara Polonia. Menurut Administratur Bandara Polonia Rajali Abubakar, benda yang jatuh itu bukan knalpot pesawat.
Alat ini berfungi menyaring agar suara dalam pesawat tidak terlalu keras. Karena sudah mau mendarat, pilot dan penumpang tidak terlalu merasakan perubahan suara pesawat. "Pilot juga tidak tahu. Sampai mendarat juga tidak tahu," ujarnya.
Menurutnya, perangkat pesawat ini bisa jatuh karena ikatan atau pengaitnya putus karena sudah tua. Dia memastikan kalau jika alat ini jatuh diketinggian, tidak membahayakan penerbangan.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, administratur bandara akan memeriksa semua pesawat berbaling-baling yang kebanyakan sudah berusia tua. Untuk sementara, administratur sudah melarang Riau Air Line terbang.
Laporan: PRB | Medan