Nasional
Dugaan Pelecehan Seksual Anand Krishna

" Bertemu Tuhan Melalui Seks"

Kasus Tara dianggap realisasi tujuan yang diinginkan Anand Krishna. Maksudnya?

Senin, 15 Februari 2010, 10:26 WIB
Elin Yunita Kristanti, Anda Nurlaila
Tara Pradipta Laksmi (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa Tara Pradipta Laksmi (19) dan Sumidah menuai simpati dari mantan murid Anand Krishna.

Salah satunya Titi, yang mengaku menjadi pengikut Anand sejak 1998 hingga 2003. Kepada VIVAnews, Titi mengatakan kasus yang menimpa Tara adalah realisasi dari keinginan ajaran Anand yang disampaikan berulang-ulang sejak dulu. Maksudnya?

Diceritakan Titi, sejak dulu para murid diperkenalkan dengan agama dari India, dengan Tuhannya, Krishna.

"Kami dikenalkan dengan tokoh karismatik Krishna yang dikagumi banyak wanita -- yang disebut gopi-gopi. Jumlah gopi  sebanyak 156, umumnya wanita yang sudah mempunyai suami. Diantara gopi-gopi, ada satu gopi setia yang akhirnya dipilih mendampingi Krishna bernama Radha," kata Titi  di sebuah rumah di kawasan Cipete, Minggu 14 Februari 2010.

Anand Krishna, lanjut Titi mengidentikkan diri dengan Krishna. " Waktu itu ada tujuh pasangan yang diberi pelajaran khusus soal itu.  Persisnya seperti apa yang mereka terima, saya tidak tahu karena saya sudah tua. Jadi tidak dipilih," kata dia, lalu tertawa.

Anand juga memperkenalkan ajaran jika  mau merasakan hubungan dengan tuhan harus lewat seks. "Kalau wanita, harus dilakukan dengan guru. Sedangkan kalau pria, dia melakukannya dengan wanita yang dikenalkan guru," tambah dia.

Titi mengaku keluar dari ajaran Anand karena pada 2003. Saat itu di salah satu kelas Jumat, Anand Krishna menyebutkan bahwa ada satu orang murid yang telah belajar selama lima tahun tetapi belum juga meninggalkan agamanya. "Saya merasa orang yang disebut Anand adalah saya. Karena saya tidak pernah meninggalkan salat," kata Titi.

Lalu, dia pun memutuskan keluar. "Saya merasa terlalu jauh mengikuti ajaran yang sesat," kata dia, lalu terdiam.

Melihat kasus Tara, Titi melihat ini adalah realisasi tujuan yang diinginkan Anand Krishna.

"Bagi saya ini adalah realisasi tujuan yang diinginkan Anand Krishna. Dia mengatakan pertemuan dengan Tuhan terjadi dengan melakukan seks," kata dia.

Titi berharap masyarakat memperhatikan kasus yang menimpa Tara, dan juga Sum.

"Saya pikir, kita tidak perlu menunggu sampai ada kejadian buruk. Sekarang ada seseorang yang berani membuka perlakukan yang dia terima dan mempertaruhkan nama baiknya," kata Titi.

"Apa kita harus menunggu jembatan ambruk baru bertindak, sementara kita sudah melihat jembatan itu sudah rusak," lanjut Titi.

Titi berharap tak muncul korban-korban lain seperti Tara. "Kalau secara guyon, saya bisa bilang, orangtua kalau tersesat tahu jalan pulang. Tapi anak-anak kalau tersesat tidak akan mudah kembali pulang. Ini bukan sekedar fitnah," tutur dia.

Anand Krishna dilaporkan ke Komisi Nasional Perempuan oleh para mantan muridnya. Upaya hukum juga akan ditempuh.

Sebelumnya, Anand Krishna membantah tuduhan para pelapor.

"Dan tuduhan-tuduhan itu semua tidak benar. Jadi kita sedang mempelajari, dan kita sudah membantah semuanya itu," kata Anand di tempat khusus latihan yoga, Yogabarn, Desa Masa, Ubud, Gianyar, Bali.

Anand Krishna



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
sulastri
05/05/2010
Karya-karya yang cemerlang menyesatkan? Saya justru menjadi tidak mengenali saudara saya yang tersesat bersama anand khrisna....perilakunya jadi aneh...sepertinya tidak mengenal lagi anak & istri..bahkan cenderung selingkuh :-(( Menyedihkan pengaruh ajara
Balas   • Laporkan
Dryen
26/02/2010
wakakakakak
Balas   • Laporkan
julian
22/02/2010
Setelah diperhatikan hal yang menimpa Anand Krishna mirip seperti yang menimpa salah satu guru spirutual terbesar di India. Tetapi Beliau dengan lembut berkata.."Alam dan waktu akan menjawab semua ini". Dan akhirnya semua terbukti. Wanita yang menuduh bel
Balas   • Laporkan
Arif Muhammad
19/02/2010
Saya seorang Muslimin, walaupun saya tdak suka Pak Anand, tetapi beliau warga Indonesia dan kita menghormati semua agama.. menurut saya ini berita fitnah hanya untuk memprovokasi ormas2 ISLAM.. sy yakin saudara2 sy di FPI tidak akan mempercayai berita sep
Balas   • Laporkan
orang biasa
17/02/2010
pak anand, emang susah jd orang waras di jaman edan,,,n buat mbak2 kurban; moga cepet ngetop n kaya,,,
Balas   • Laporkan
gurunya tara
16/02/2010
para pembaca sekalian, saya adalah mantan guru dari tara ketika dia duduk di smp-sma. tara adalah anak yang sangat baik, normal dan cerdas. dia adalah anak yang patuh kepada orang tua-nya, ikut kegiatan ini juga karena orang tuanya. jika ada yang tidak pe
Balas   • Laporkan
atika
16/02/2010
Kan sdh lapor polisi.. Biarlah kita serahkan pada hukum, tanpa perlu ikut menuduh. Melempar tuduhan itu seperti memaku di atas papan, meskipun pakunya sdh dicabut, bekasnya akan selalu ada. Lagipula, mending bahas kasus penipuannya selly, hehehe
Balas   • Laporkan
lucius
16/02/2010
kita sbg masy dn warga negara ya baik, tdk perlu saling menyalahkan dlm memberikan komentar, mari kita hormati pendapat dari kedua belah pihak, negara kita kan negara hukum, biar mereka selesaikan di pengadilan, kita harus yakin dn percaya bhw BENAR akan
Balas   • Laporkan
Leith
15/02/2010
Semua yang pernah ikut meditasi pasti tahu kalau tuduhan itu PALSU! Saya tahu persis Bapak Anand Krishna tidak pernah mengajarkan hal yang demikian, bahkan dari tuduhan2 itu benar2 TERBALIK 180 derajat! saya percaya kebenaran akan segera terungkap..
Balas   • Laporkan
arie harjanoviar
15/02/2010
..Apapun berita yang dituduhkan kepada Pak Anand Krishna di media massa, tidak mengurangi rasa hormat saya yang sebesar2nya kepada semua karya-karya Anda, Bpk. Anand Krishna. Karya-karya besar yang bahkan banyak orang di negara ini yang tidak tahu, karena
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ