VIVAnews - Anand Krishna, pendiri yayasan pusat meditasi dan holistik Anand Ashram membantah tuduhan pelecehan seksual. Anand mengakui mengenal si pelapor.
"Oh ya, saya kenal karena begini. Itu juga saya baru tahu dari media," kata Anand Krishna di tempat latihan yoga, Yogabarn, Desa Masa, Ubud, Bali, kepada VIVAnews dan dua televisi swasta, semalam.
Pada Jumat 12 Februari 2010 kemarin, tujuh orang yang mengaku murid Anand Krishna melapor ke Komnas Perempuan. Mereka mengaku mendapat perlakuan tidak wajar dari sang guru, salah satunya adalah berinisial Sum.
"Pelapor itu kerja sama ibu Maya (Maya Safira Muchtar. Direktur Anand Ashram). Dia (Sum) itu bukan sama saya loh," kata mantan Marketing Director sSainath Group of Companies ini.
Jadi, kata Anand, Sum itu bukan pekerja yayasan dan bukan asisten dirinya. "Asisten saya adalah satu-satunya ibu Lini," kata pria yang menempuh pendidikan dasarnya di Lucknow, India Utara, ini.
Anand melanjutkan, satu-satunya yang membantu dirinya dalam organisasi adalah Maya Safira Muchtar. Khusus di Bali, ada dr Wayan Sayoga dan beberapa teman lain yang menjadi pembantu Anand.
"Jadi bukan. Saya tidak pernah mengangkat seorang asisten selama 10–15 tahun terakhir," ujar Anand yang membantah bahwa Sum adalah asistennya.
Sebelumnya, Direktur Anand Ashram Maya Safira Muchtar juga membantah Sum adalah asisten Anand. Sum, kata Maya, adalah terapis di L'Ayurveda, Centre for Inner Beauty & Holistic Care selama lebih dari empat tahun.
"Sum memang sering memberikan terapis kepada Pak Anand, dan semua juga kerap menggunakan jasanya," kata Maya di Anand Krisna Center di Jalan Pura Mertasari, Kuta, Sabtu, 13 Februari 2010.
dasar orang2 sesat.......
begitu kagumnya kalian kepada sisesat ini....kalian dah gak waras tau......aku dengar dia juga melakukan hubungan homoseksual dengan orang dalam nya....
sadar lah woiiiii..........
ini adalah proses alam,dr dlu hingga skrg org bijak sllu pny musuh..nabi aja punya musuh.. bpk anand bkn org rendahan,karya2 pak anand sngt luar biasa hingga diakui dunia..apakah pantas kita menghukum slh 1 putra terbaik bangsa
para pembaca sekalian, saya adalah mantan guru dari tara ketika dia duduk di smp-sma. tara adalah anak yang sangat baik, normal dan cerdas. dia adalah anak yang patuh kepada orang tua-nya, ikut kegiatan ini juga karena orang tuanya. jika ada yang tidak pe
para pembaca sekalian, saya adalah mantan guru dari tara ketika dia duduk di smp-sma. tara adalah anak yang sangat baik, normal dan cerdas. dia adalah anak yang patuh kepada orang tua-nya, ikut kegiatan ini juga karena orang tuanya. jika ada yang tidak pe
Saya penggemar buku-buku Pak Anand Krisna, kaget juga mendengar kabar itu. Ada rasa ragu, percaya dan tidak. Tetapi apapun juga, masalahnya memang harus jelas, diselesaikan dengan baik. Melalui jalur hukum atau kekeluargaan, dsb.
Saya berharap, kasus itu
hanya cari sensasi alias numpang tenar 2 perempuan itu. mau tobat dengan ikut spiritual, tapi hatinya masih berontak.
ini semacam ungkapan kekecewaan dia saja