Nasional
Dugaan Pelecehan Seksual

Anand Krishna: Ada yang Tidak Senang

Jadi, tuduhan itu sama sekali tidak ada dasarnya.

Minggu, 14 Februari 2010, 12:23 WIB
Ismoko Widjaya, Wima Saraswati
Anand Krishna (www.anandkrishna.org)

VIVAnews - Tokoh spiritual Anand Krishna sudah membantah tuduhan dugaan pelecehan seksual mantan muridnya. Anand tidak pernah mengadakan ajaran secara private. Paling minim pesertanya adalah 30 orang.

"Tidak pernah saya memberikan ajaran secara private. Secara umum saya punya public meeting, minimal 30–40 orang. Kadang-kadang seratusan orang lebih," kata Anand Krishna di tempat latihan yoga, Yogabarn, Desa Masa, Ubud, Bali, kepada VIVAnews dan dua televisi swasta, semalam.

Menurut pria yang sembuh dari Leukemia stadium lanjut ini, tidak pernah dirinya menangani seseorang secara langsung. Jadi, tuduhan itu sama sekali tidak ada dasarnya.

"Tidak pernah, sudah 5–6 tahun saya tidak pernah tangani orang secara langsung," kata tokoh yang pernah menjadi CEO pada D'jar Inc ini.

Anand kembali mempertegas, bahwa segala macam persoalan itu bisa diselesaikan dengan cara cinta kasih. Jadi, kata dia, love the only solutions. Solusi satu-satunya adalah cinta kasih.

"Barang kali ada salah paham, ada orang tidak merasa senang atau apa dan semua masalah itu bisa diselesaikan dengan cinta kasih, dengan silaturahim, dengan kebersamaan," ujar pria yang pernah memimpin 10 organisasi ini.

Pada Jumat 12 Februari 2010 kemarin, tujuh orang yang mengaku murid Anand Krishna melapor ke Komnas Perempuan. Mereka mengaku mendapat perlakuan tidak wajar dari sang guru.

Anand dituduh sering merayu dan memuji serta mulai berani memeluk, membelai dan mencium. Bahkan belakangan gurunya itu sering meraba tubuhnya.

Menurut pengacara pelapor yang mendampingi, Agung Mattauch, pelecehan ini dilakukan Anand Krishna di padepokannya di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Fatmawati, Jakarta Selatan dan Bogor, Jawa Barat.

Laporan: Dewi Umaryati l Bali

ismoko.widjaya@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ