Nasional
Dugaan Pelecehan Seksual

Anand Krishna: Semua Tuduhan Itu Tidak Benar

"Saya tidak punya murid. Saya tidak pernah memberikan inisiasi atau apa," kata Anand.

Minggu, 14 Februari 2010, 11:45 WIB
Ismoko Widjaya, Wima Saraswati
Anand Khrisna (www.anandkhrisna.org)

VIVAnews - Tokoh spiritual Anand Krishna akhirnya angkat bicara. Pria keturunan India kelahiran Solo, Jawa Tengah-Indonesia, pada 1 September 1956 itu membantah tuduhan dugaan pelecehan seksual mantan muridnya.

"Saya tidak punya murid. Saya tidak pernah memberikan inisiasi atau apa. Jadi tidak pernah ada murid," kata Anand Krishna di tempat khusus latihan yoga, Yogabarn, Desa Masa, Ubud, Gianyar, Bali, kepada VIVAnews dan dua televisi swasta, semalam.

Menurut pria yang pernah memperoleh gelar MBA dari Pacific Southern University di Amerika Serikat ini, banyak orang yang menganggap dirinya sebagai guru. Dan itu dinilai Anand sebagai kebebasan mereka.

"Dan tuduhan-tuduhan itu semua tidak benar. Jadi kita sedang mempelajari, dan kita sudah membantah semuanya itu," kata Anand di sela puluhan warga asing yang sedang berlatih yoga ini.

Apakah berarti si pelapor telah berbohong? "Saya tidak bisa mengatakan itu. Saya mengatakan bahwa selalu pasti ada orang-orang tidak senang dengan saya, dan kembali saya mengatakan saya juga bukan dewa," ujar Anand.

Mungkin saja, kata Anand, dirinya pernah tanpa sengaja berbuat sesuatu yang menyakiti, mengatakan sesuatu menyakiti hati, atau sejenisnya.

"Dan kembali saya katakan, satu-satunya solusi adalah cinta. Dengan cinta kita bisa selesaikan berbagai macam persoalan. Saya berikan advice pada Palestina dan Israel juga (sambil tertawa)," kata pendiri yayasan pusat meditasi dan holistik Anand Ashram ini.

Pada Jumat 12 Februari 2010 kemarin, tujuh orang yang mengaku murid Anand Krishna melapor ke Komnas Perempuan. Mereka mengaku mendapat perlakuan tidak wajar dari sang guru.

Anand dituduh sering merayu dan memuji serta mulai berani memeluk, membelai dan mencium. Bahkan belakangan gurunya itu sering meraba tubuhnya.

Menurut pengacara pelapor yang mendampingi, Agung Mattauch, pelecehan ini dilakukan Anand Krishna di padepokannya di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Fatmawati, Jakarta Selatan dan Bogor, Jawa Barat.

Laporan: Dewi Umaryati l Bali


ismoko.widjaya@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Santoso
31/03/2010
Kita tunggu saja hasil pengadilannya. Sebagai manusia kita punya akal dan Tuhan.... jangan kita terlalu mengagungkan manusia (guru, kyai, pendeta dll) mereka bisa berbuat salah....semakin diagung-ahungkan manusia akan mudah terjebak dalam godaan dunia.
Balas   • Laporkan
C.Viper
17/03/2010
Kacau tuhan sex ini malah dibela.... karena bung karno kita beragama pancasila, sebenarnya agama itu satu tapi kita diajarkan ateis..... masak orang kayak gini mau jadi panutan...... berpikirlah jernih.... apa saudara mau keluarga anda, ibu anda dira
Balas   • Laporkan
Hemat Ginting
06/03/2010
Cuma Tuhan Yesus Kristus yg paling suci terlahir di dunia ini.. klo pun itu beliau [Anand Khrisna] melakukannya..saya rasa wajar2 aj..toh dia manusia biasa..sama dengan kita semua..Smoga hanya kebenaran lah akhir dari masalah tersebut. GBU
Balas   • Laporkan
Ama Zon
26/02/2010
Hebat ya Anand Krishna. Agar kehebatannya tidak tercemar sebaiknya katakan dg jujur apa yg sebenarnya terjadi. Bantah kalau tuduhan tidak benar, akui dan bertanggung jawablah kalau tuduhan benar
Balas   • Laporkan
agung
23/02/2010
terlepas dari siapa yg salah dan siapa yg benar,,itu sbg pembelajaran bagi semua..bahwa kita sudah mempunyai tuhan mengapa kita masih mempercayai orang sampai mengagung''kan dia...itulah kalau iman pada diri seseorang sudah tak kuat lagi...mudh tergoda...
Balas   • Laporkan
santi
17/02/2010
Seks dengan kedok spritual... Sudah basi... Ga ada bedanya dengan syekh Puji CS, dkk...
Balas   • Laporkan
santi
17/02/2010
Seks dengan kedok spritual... Sudah basi... Ga ada bedanya dengan syekh Puji CS, dkk...
Balas   • Laporkan
riane
16/02/2010
mgkn dia memang sudah melakukan banyak hal utk Indonesia, banyak inspirasi yg dia berikan.. tapi dia tetap manusia biasa yg tdk lepas dr kekhilafan & dosa.. skrg biar hukum & kebenaran yg berbicara, jika memang dia tdk seperti yg dituduhkan, yah biarlah t
Balas   • Laporkan
RUDI ERAWAN
16/02/2010
Siapapun bisa saja terjerumus dalam lembah nista : 1. Harta 2. Tahta 3. Wanita Orang sekaliber Anand Krisna pun "boleh" jadi terjerat dengan tipu daya yang 3 tadi. Untuk membuktikan apakah tuduhan itu benar atau salah, kembali lagi kepada hati nurani s
Balas   • Laporkan
Subandi
16/02/2010
Hal seperti ini sdh biasa terjadi di Negeri ini....klu ada org mau maju pasti buru2 dicegal dgn cara menjelek2an dan membalikan fakta. Hidup Anand!!!
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ